15 Januari 2012

Syukur itu........tak ternilai . :)

Supir becak itu berangkat lagi pagi ini. Dengan wajah yang tiada pernah kehilangan makna semangat. Dia mengayuh becak kesayangannya dan mulai mencari nafkah. Satu, dua, tiga, dan beberapa penumpang ia antarkan ke tempat tujuan. Tak lupa dia mengucapkan kata 'Terima Kasih', kepada setiap penumpangnya. Sore hari ia pulang, memberikan rezeki alakadarnya kepada keluarganya.

Di sudut lain di Ibu kota,... seorang Direktur muda Perusahaan ternama tengah bertarung dengan keringat dinginnya. Kasus korupsi yang melibatkan perusahaannya dengan salah satu instansi pemerintahan hampir terbuka. Itu yang membuat dia tiada bisa terlelap satu pekan ini. Dia menyesal, mengapa dia memilih untuk menerima tawaran dari pejabat rakus itu. Padahal apa yang sudah dia dapatkan, meskipun menolak tawaran pejabat itu, sudah sangat berlimpah. Mewah.

Rasa Syukur, akan jadi sebuah pembeda bagi kebahagiaan dalam kehidupan. Bukankah Allah telah berfirman, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS 14:7)
 

Blog Template by YummyLolly.com