24 September 2015

Haiiii


9 September 2015

~

nangis boleh ga?
26 Agustus 2015

Devaluasi Yuan untuk Jebakan Utang

SUMBER :: http://budisansblog.blogspot.com/2015/08/devaluasi-yuan-untuk-jebakan-utang.html

Devaluasi Yuan untuk Jebakan Utang

Dahlan Iskan  ;   Mantan CEO Jawa Pos
                                                      JAWA POS, 13 Agustus 2015     

                                                                                                                                                           
                                                                                                                                                           

SUDAH satu bulan lamanya ahli ekonomi dunia menunggu dengan harap-harap cemas. Permainan kungfu apa yang akan diperlihatkan Tiongkok untuk mengalahkan musuh ekonominya yang sangat sulit diatasi saat ini: jebakan utang.

SUDAH satu bulan lamanya ahli ekonomi dunia menunggu dengan harap-harap cemas. Permainan kungfu apa yang akan diperlihatkan Tiongkok untuk mengalahkan musuh ekonominya yang sangat sulit diatasi saat ini: jebakan utang. 

Sebagian ahli sudah meramal, kinilah saatnya Tiongkok benar-benar akan hancur. Tidak mampu keluar dari kesulitan yang begitu sulit dan menjebak.

Rupanya, devaluasi mata uang yuan hampir 2 persen yang diumumkan dua hari lalu itulah jurus kungfu yang dimainkan. Untuk keluar dari puncak kesulitannya saat ini. Cerdas sekali.

Tiongkok selama ini memang dikenal selalu punya jurus baru. Selalu bisa mementahkan keraguan para analis ekonomi dunia. Dari negara yang begitu miskin dengan beban penduduk yang begitu besar, mestinya tidak mungkin Tiongkok bisa keluar dari kemiskinan. Apalagi dalam waktu yang begitu cepat. Bahkan berhasil menjadi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia dalam waktu singkat.

Tapi, belakangan ini persoalan ekonomi yang dihadapi Tiongkok begitu berat. Bahkan sudah terlihat melingkar-lingkar, membelit dan membelenggu. Sampai mencapai tahap yang disebut ”jebakan utang”. 

Utang Tiongkok yang semula dipakai untuk membiayai kemajuannya itu kini sudah sampai pada tingkat menjebaknya. Pelaku ekonomi, pelaku keuangan, juga pelaku pasar modal menanti-nanti dengan saksama jurus apa yang disiapkan Tiongkok untuk keluar dari jebakan itu.

Begitu beratnya persoalan itu, sampai ada yang bertanya begini: Mungkinkah kali ini Tiongkok juga berhasil melakukan chi kung untuk melompati jebakan itu? Atau kali ini akan gagal?

Rupanya, inilah yang dilakukan Tiongkok: devaluasi. Memang kurang dari 2 persen, tapi cukup mengguncangkan dunia. Bisa-bisa memicu perang mata uang dunia. Bisa-bisa kita yang berada di Indonesia tiba-tiba saja jadi korban perang. Kita tidak boleh diam.

Kita di Indonesia saat ini juga sedang menghadapi satu jenis jebakan yang kelasnya lebih rendah daripada itu: jebakan kelas menengah. Tiongkok sudah berhasil mengatasi jebakan itu 15 tahun yang lalu. Sehingga pembangunan ekonominya tidak terhenti di tengah jalan. Berhasil terus tumbuh tinggi. Hingga mencapai prestasinya sekarang ini.

Kita masih harus mencari jurus untuk mengatasi jebakan kelas menengah kita itu. Kalau berhasil, kita akan bisa terus meraih kemajuan. Kalau gagal, langkah kita akan terhenti. Dan kita akan terbelit dengan persoalan yang muter-muter. Bisa berpuluh tahun lamanya.

Kalau dengan devaluasi itu berhasil mengatasi jebakan utangnya, Tiongkok akan terus berkembang menjadi kekuatan ekonomi nomor satu dunia. Mengalahkan Amerika Serikat. Dalam waktu hanya 15 tahun.

Kalau kali ini gagal mengulang sukses melewati jebakan-jebakannya, Tiongkok terpaksa akan mengalami apa yang pernah dialami Jepang. Pertumbuhan ekonominya berhenti. Selama 20 tahun.

Sejak tahun 1990-an sampai menjelang 2010 lalu, ekonomi Jepang hanya tumbuh nol persen (kadang sedikit di atas nol, kadang minus sedikit di bawah nol). Waktu itu, kalau orang Jepang menempatkan uang di bank, bukannya mendapat bunga, bahkan harus membayar uang administrasi.

Tapi, jangan dibayangkan hal itu menjadi sebuah bencana. Berhentinya ekonomi Jepang adalah berhentinya ekonomi sebuah negara yang telanjur menjadi kaya raya. Ia tidak menjadi miskin. Hanya berhenti untuk menjadi lebih kaya lagi.

Demikian juga Tiongkok nanti. Kalaupun Tiongkok kali ini gagal keluar dari jebakan utang, itu akan mirip dengan apa yang dialami Jepang. Jangan-jangan memang begitulah hukum alam untuk menjadi negara kaya. Harus melewati satu masa konsolidasi yang sulit, menyakitkan dan panjang.

Bedanya, saat Jepang mengalami itu, demokrasinya sudah sangat matang. Tiongkok belum menjadi negara demokrasi. Entah itu kekuatan atau kelemahan. Mungkin saja itu justru menjadi kekuatan daripada, misalnya, masih dalam status negara demokrasi setengah matang.

Jebakan utang Tiongkok itu terlihat dari angka ini:

1. Utang negara dan utang perusahaan di Tiongkok sudah mencapai USD 26 triliun. Tertinggi di dunia.

2. Utang itu sudah mencapai rasio 250 persen dari GDB Tiongkok yang sekitar USD 10 triliun.

3. Rasio sebesar itu –dalam doktrin negara-negara Eropa– sudah memasuki tahap yang perlu di-bailout. Artinya, kalau tidak di-bailout, memasuki tahap kebangkrutan.

4. Untuk menurunkan rasio itu, utangnya tidak boleh tambah, tapi ekonominya harus tumbuh tinggi. Atau, utangnya boleh tambah sedikit, tapi pertumbuhan ekonominya harus tumbuh besar.

5. Secara teori, tanpa tambah utang, ekonomi tidak mungkin tumbuh. Di sinilah jebakannya itu.

6. Suku bunga harus rendah. Tapi, tanpa utang baru, likuiditas akan ketat. Itu berarti suku bunga pinjaman atau obligasi akan terpaksa tinggi. Di sini terlihat juga jebakannya.

Kenyataan di atas sudah mirip persoalan ayam dan telur. Bahkan sudah masuk ke persoalan buah simalakama. Hanya, berbeda dengan negara lain, masih banyak faktor positif yang dimiliki Tiongkok:

1. Cadangan devisanya USD 4 triliun. Tertinggi di dunia. Negara lain akan berada dalam bahaya kalau cadangan devisanya hanya cukup untuk membiayai impor selama dua minggu. Cadangan devisa Tiongkok itu bisa digunakan untuk membiayai impornya selama, wooww, beberapa tahun.

2. Hitungan GDB Tiongkok tadi belum termasuk kekayaan CIC, perusahaan investasi negara yang melakukan investasi di luar negeri.

3. Pengendalian jumlah penduduknya berhasil. Karena itu, pemberian izin untuk memiliki lebih dari satu anak dilakukan dengan sangat selektif.

4. Utang-utang luar negeri tersebut umumnya berbentuk mata uang renminbi/yuan. Bukan dolar. Itu tidak akan menggerus cadangan devisa.

Saya sudah menduga Tiongkok akan memainkan yuan untuk mengatasi jebakan utangnya itu. Tapi, saya tidak menduga kalau devaluasi yang akhirnya dilakukan.

Semua kesulitan ternyata ada jalan keluarnya. Setinggi apa pun kesulitan itu. ●

Nobody

I believe that we are who we choose to be
Nobody is going to come and save you
You've got to save yourself
Nobody is going to give you anything
You've got to go out and fight for it
Nobody knows what you want except you,
and nobody will be as sorry as you if you dont get it.
So dont give up on your dreams, Nuy .....

Mencari

Dan menurutku, aku bukanlah pegangan dan sandaran yang baik, sebab sebenarnya aku sendiri butuh pegangan dan sandaran yang kokoh. Jadi hati-hati bila kamu nekat berpegangan dan bersadar padaku, karena mungkin kita bisa jatuh bersama-sama.
11 Mei 2015

Jangan Menyerah :)

Pada akhirnya.. pada sebuah seleksi bukan tentang siapa yang menang atau kalah.
Tujuan tak lebih dari sekedar motivasi diri, tetapi perjalanan panjang akan memberikan kita pelajaran untuk semakin memperbaiki diri meningkatkan potensi. 
Kompetisi mewakili banyak hal, bukan tentang siapa yang hebat atau tidak. Proses yang dijalani akan memberikan kita pandangan mengenai pengembangan kepribadian, attititude, karakter serta potensi yang ada pada diri seseorang. Pengembangan leadership skill  serta change management. Bertemu  dengan orang-orang baru, lingkungan baru, teman baru selama proses seleksi juga merupakan hal berharga yang tentu tak akan bisa dibeli.
Pada akhirnya bukan tentang bisa atau tidak bisa. Tetapi tentang percaya pada kemampuan diri dan berusaha melampaui  dinding yang terkadang membatasi diri untuk berkembang. Memberikan usaha maksimal. Setiap orang yang kita temui mempunyai kisah yang harus kita dengar untuk dijadikan pelajaran. Tetap harus belajar dari banyak hal dan banyak orang. 
Pada akhirnya .. Rezeki tidak akan tertukar.... Trust Allah Almighty

23 April 2015

Graduation Day 23rd April 2015


16 April 2015

Kilas Balik - Hai, Perjalanan ..!

Selamat malam :)
Kamis, 16 April 2015 dengan Cuaca mendung dan awan menggantung yang sangat rendah.

April 2011 beberapa hari setelah ujian nasional selesai dilaksanakan, aku pun bersiap. Tiket pesawat tujuan Tanjung Pandan - Jakarta - Palembang bertuliskan namaku Ms.Yunita sudah tersimpan rapi diransel. Ya, tiket yang akan menghantarkan ku menuju perjalanan panjang ini. Menjalankan amanah yang diberikan orangtua ku tersayang, melanjutkan sekolah di perguruan tinggi dan merantau. Malam farewell party sekolah hari itupun juga menjadi menjadi malam farewell ku pada Pulau indah beserta keluarga yang ku cintai ini . Belum lepas penat perjuangan menghadapi Ujian Nasional, aku sudah disuguhkan jadwal bimbingan belajar intensif menghadapai Seleksi Nasional Perguruan Tinggi (SNMPTN) yang padat di Palembang. Palembang memang bukan kota yang asing bagi aku dan keluarga karena ini adalah tanah kelahiran Ibu ku tercinta sehingga banyak sanak famili beliau disini.  Meskipun ini kemauan ku sendiri dan bukan kunjungan pertama, namun tetap saja berat rasanya memulai semuanya sendiri dan menetap dilingkungan yang baru untuk waktu yang lama.

Siang itu, masih tersimpan dalam ingatan, menggunakan jelana jeans, jaket, sepatu kates dan ransel aku siap  berjuang. Kedua orangtua dan dua adikku turut ke Bandara Hanan Djodin Tanjungpandan melepas kepergianku. Meski ini bukan pengalaman pertama ku berpergian sendiri keluar kota, namun tetap saja ada rasa takut dan haru yang aku gantungkan pada langit hari itu. Tak ada tangisan yang aku keluarkan, aku harus kuat demi kelaurgaku, meski sesak, hanya senyum besrta ucapan mohon doa seiring dengan kecupan di tangan dan pipi kedua orangtuaku, berpamitan..
keep spirit as always!
31 Maret 2015

31.03.2015 _ Yudisium 117 FE UNSRI :)


16 Maret 2015

16.03.2015 - Sidang Komprehensif


22 Februari 2015

:)

Bissmillah

25 Januari 2015

Jejak Langkah

Selamat malam.
lagi ngurusin data skripsi. itung sana sini buka laporan keuangan, laporan tahunan perusahaan itu perusahaan ini.. lumayan. mumet juga hehe.. namanya juga berjuang ya kan nuy ? kalo kata dagelan sih, saat kita capek berarti kita lagi memperjuangkan sesuatu buat masa depan.. aamiin semoga.

Jejak langkah ..
barusan ga sengaja baca link yang dikasih temen ini : mau baca juga ? silahkan klik disini. kali aja bisa membuat kita lebih bijaksana dalam bersikap ya guys.^^
Hmmm, masih berhubungan dengan jejak langkah,  
Salah satu keinginan terbesar yang dari dulu banget  adalah bisa sekolah di negara maju .. mesti banyak banget yang harus dipersiapkan.. tapi mari mencoba,  sedang berjuang.. semoga terus bisa memperjuangkannya ya nuy ^^


Regards, 
Inuy, 25 Januari 2015, 00:08

Oyaa,,hari ini Bapak ulang tahun yaa, Selamat ulang tahun Bapak. Semoga terus diberi kekuatan menghadapi hidup.. terimakasih yang tak terhingga udah mendidik ayuk menjadi seperti ini.. Bapak, Semoga ayuk bisa cepet lulus, gak nyusahin + bisa buat Bapak, Mamak bangga .. Love u to the moon and backkkk ! 
4 Januari 2015

30-03-2014



 

Blog Template by YummyLolly.com