praktik neo liberal adalah paham ekonomi yang mengutamakan sistem kapitalis perdagangan bebas, ekspansi pasar, privatisasi BUMN, privatisasi atau penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam bidang sosial".
Para ekonom kerakyatan menilai bahwa "Pengangguran merupakan hal yang melampaui batas, dari praktik ekonomi neoliberalisme yang dianut secara membabi-buta oleh negara berkembang seperti Indonesia"
Banyak orang percaya, dan begitu juga saya bahwa negeri ini untuk pertama kalinya terperangkap dalam jerat liberalisme pada 1967. Ketika Soeharto dan barisan Mafia Berkley (kaki tangan soeharto dalam pemerintahan yang merupakan lulusan dari Universitas Barkley yang telah dijejali paham liberalisme di Amerika) menjalin kesepakatan hitam dengan para pemodal besar barat di Jenewa.
Praktik ini terus berkembang hingga saat ini. Sudah terlalu lama dan mungkin sangat sulit untuk keluar dari jerat tsb. Tapi, hal itu tidaklah mustahil, asal negara mau merendahkan kesombongannya dihadapan rakyat dan meninggikan martabatnya di depan pemilik modal besar. Jalan 'tol' memang punya harha yang harus dibayar. Harganya adalah mwnyingkirkan seluruh elemen opurtunis yang mengambil keuntungan sendiri dikalangan pemerintah. pada masa itu banyak oknum pemerintah yang mengambil keuntungan besar dari "proyek main matanya" dengan para kapitalis. Mungkin revolusi ekonomi akan sedikit berdarah. Tapi kita akan sembuh dan tidak mati pelan pelan seperti yang saat ini dirasakan.
Utang, seperti yang selalu menjadi jalan keluar penguasa, harus dipandamg sebagaiusuh bersama..Sebab utang dari negara asing akan.semakin merendahkan harha diri.dan sangat berpotensi untuk menjdi permainan negara kaya menjerembabkan negara negara pengutang dalam jebakan krisi ekonomi dan sosial. Ekonom yang berpandangan sesuai undang-undang selau meneriakkan optimalisasi penerimaan negara dari sektor pajak. Bukan menekan yag kecil tapi.justru menghabisi praktik penipuan pajak dari pemodal besar. Nrgaraharus berani memerangi anggotanya sendiri yang justru tidak satu pandangan dengan paham pemberantasan tikus tikus pajak ini.
Penghematan anggaran harus dilakukan serius dan meyeluruh pada semua lapisan aparatur negara. Negara tidak perlu ragu menindak aparat yang senang aka kemewahan fisik dan nyamannya bepergian Ke luar negeri. Yang penting adalah perubahan orientasi anggaran pembangunan ke proyek padat karya di bidang pertanian dan kelautan untuk menyediakan lapangan kerja, bukannya untuk pembangunan proyek atas nama kenyamanan dan gengsi para aparatur negara. Revisi kembali kontrak pertambangan dengan asing yang merugikan bangsa ini sebagai pemiliknya.
Kita percaya negeri ini bisa meninggalkan praktik neoliberalime yang terbukti tidak menyejahterakan.kita bisa kembali dengan mandiri secara ekonomi.bisa dengan bangga dan bijak mengelola kekayaan alam sendiri.dan terutama bangsa ini bisa keluar dari jerat konspirasi ekonomi global para katalis barat yang hanya mempedulikan penggelembungan pundi kekayaan mereka saja.
3 November 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
comment with love :)