26 Februari 2013

Level Menyebalkan


Perasaan adalah perasaan. Meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh menjadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat. Hebat sekali benda bernama perasaan itu. Dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya merubah harimu jadi buram padahal dunai sedang terang benderang. --

 Dari dulu gue punya teori bahwa semua orang dimuka bumi ini ditakdirkan untuk menyebalkan. Hanya saja perbedaannya terletak pada level keparahannya. Jenisnya ada :
- menyebalkan verbal
- menyebalkan visual
- menyebalkan attitude

Seperti tingkat kepedasan cabe yang gue masukin ke semangkuk siomay tadi siang, 4 sendok mampu diklasifikasikan sebagai level pedas tingkat dewa bagi rongga mulut gue. bukannya malah berselera untuk makan, gue jadi ga nafsu dan berhenti makan. Begitu pula mengenai level sifat menyebalkan ini, Banyak orang diluar sana yang gak  mau peduli sama perasaan orang lain. Yang mampu merasa enjoy saat "membunuh" mimpi dan visi orang lain.  Pada level terendah bisa menyebabkan orang-orang disekitar merasa tidak nyaman, risih, pada level medium akan menimbulkan respon makian, tonjokan hingga pada tingkat yang lebih ekstrim bisa menyebabkan peperangan/perpecahan. Sebuah siklus berulang yang menimbulkan pola sebab-akibat. aksi-reaksi.  Dan seterusnya...

 Bahwa boleh jadi sebuah kalimat yang seorang ucapkan, tidaklah selalu dianggap "hanya" oleh lain. Banyak makna. Boleh jadi, kata-kata yang seorang ucapkan bisa menguatkan seseorang lain. Namun terlebih sering lagi adalah sebaliknya.

0 komentar:

Posting Komentar

comment with love :)

 

Blog Template by YummyLolly.com