18 September 2013

Tidak Boleh Gagal..?

Mungkin terdengar sederhana, tapi saat merasa "jatuh" saya selalu mencoba "tetap berada diposisi utama". Cukup menyakitkan, saat kita merasa kita bisa tetapi ternyata tidak diperhitungkan  dan kata orang kita hampir gagal.
Orang mungkin boleh berbeda pandangan dengan saya. Namun, bagi saya sendiri mencoba memaknai kegagalan dengan cara pandang saya sendiri. Misalnya gagal saat berhubungan keluarga, persahatan atau hubungan dengan Tuhan, dan sejenisnya. Saya gagal menang kompetisi, gagal mendapatkan beasiswa, ya ngga begitu masalah karena mungkin kompetisi itu tidak se-matter persahabatan saya misalnya. Ketika saya merasa mengecewakan dan membuat mereka tidak nyaman berada didekat saya, saya bisa menganggap diri saya gagal.
Selama saya mncoba "my ultimate best" tetapai kemudian tidak berhasil mencapai yang diharapkan, saya tidak  bisa menyebutnya  sebagai kegagalan. 
Apa yang orang lihat mengenai saya saat ni, hanyalah sekilas dari kehidupan saya. Saya memulai melakukan sesuatu,  dan "kegagalan" kecil banyak sekali terjadi.  Masa-masa sulit yang mungkin tidak banyak orang mengetahui, Masa-masa ketika saya ingin kabur dari dunia ini, sekedar hilang karena mungkin merasa sendiri, gagal, mengecewakan, dan sebagainya. Namun, dari itulah saya kan mencoba belajar dan belajar. 
Akan tetapi satu hal perlu dicata, saat sebuah pensil yang akantajam saat diserut, Namun jika ia diserut terlalu banyak lama-lama pensil tersebut akan habis. Seperti manusia, pengalaman "salah" bisa membuat kita lebih tajam lagi, jadi lebih baik kita bisa mengambil pelajaran dari hal tersebut. Namun jika kita terlalu sering berbuat salah, apalagi kesalahan yang sama, diri kita juga kan selalu diserut hingga habis..... OMG!  


0 komentar:

Posting Komentar

comment with love :)

 

Blog Template by YummyLolly.com