22 Desember 2014

Disudut 1/4 malam, Ramadhan hari ke -5 (05 Agustus 2011)

Selamat malam. Hari ini  tanggal 22 desember 2014, bertepatan dengan hari ibu. Selamat hari Ibu,, Ibuku... :)
Lagi kangen banget sama keluarga dirumah. Sengaja buka notes lama, dan nemu tulisan ini yang ditulis sekitar tiga tahun lalu..

Ibu, Bapak
Apa kabar?
Anakmu mohon doa
Ampuni aku, maafkan khilaf
Segala kesalahanku pada kalian..

Terima kasih, kalian pahlalwanku
Membawaku kedunia
Menyayangiku tanpa lelah
Aku bisa karenamu
Kau  sempurna sekali
Sosok yang begitu dan sangat kurindukan
Terimakasih tak terhingga

Ibu..Terimakasih talah mengajarkanku banyak hal
Kuharap engkau sehat selalu
Mendampingi aku dan adik-adik menapaki hari
Menghantarkanku menuju kehidupan nantinya
Bersamamu, Ayah dan keluarga tercinta
Aku mohon. Tetaplah disini
Meski raga kita terpisah jauh
Aku merindukanmu selalu
Dalam perantauanku ,

Bapak.. Kau segalanya
Jadilah tentara bagi kami
Penghangat yang tak akan pernah redup
Terimakasih,
Engkau terbaik, Ayah terbaik sedunia
Lembut dan penuh kasih sayang
Dalam keterbatasanmu,
Melawan sakitmu..
 Tetaplah tegar Ayah.. kami mencintaimu selalu...
18 Desember 2014

Akhirnya seminaar proposal juga ~

11 Desember 2014
Halo my page.. terimakasih ya udah ngizinin nulis disini, mungkin kelak berpuluh tahun mendatang, saya bakal terharu baca catatan2 disini bersama keluarga saya haha :)
Bisa dibilang hari ini salah satu hari bersejarah buat saya. Akhirnya tulisan ilmiah saya (re:proposal skripsi) di acc dosen pembimbing. Yippiii. Alhamdullillah... (trying to look cool but i cant :p). Berasa dilamar. Halah. hahaha yah walau baru proposal senengg banget deh udah. setelah berjuang beberapa waktu, ganti judul sana sini, nyari referensi sana sini. janjian sama dosen, nunggu berjam-jam buat bimbingan. ah, sudahlah :D namanya juga berjuang ya kan ?
Oya, pertama-tama kenalin dulu nih, nama dosen pembimbing 1 saya ibu Dr. Yuliani SE,MM. Dosen muda yang sebentar lagi bakal jadi profesor ini (aaamiiin) punya kepribadian yang kuat dan sangat pintar. Ditengah kesibukannya beliau rela nyempetin waktunya pagi-pagi banget buat bimbingan. Dosen yang kedua adalah Bapak Drs. Samadi W Bakar SU merupakan salah satu dosen senior yang sangat dihormati. Selain itu itu juga saat sidang hadir dosen penguji yaitu Bapak Reza Gazarma SE, MBA. Anyway makasih ya Ibu dan Bapak pembimbing udah ngebimbing sampe tahap ini serta Bapak penguji yang baiknya poool, ntar pas sidang komprehensif jangan galak juga ya pak :)
Kabar baiknya seneng banget bisa dapet dosen pembimbing yang sama bareng sahabat tercinta satu geng Dewi Fadila dan Ria Arty dan itu artinya seminar proposalnya bisa sama sama deh.. Walau sedih juga karena si Rafiqoh pisah dan sendirian. semangat pikooo! (love)

 Jadi, mau share foto ah, buat kenang-kenangan....(Jika kita tua nanti kita tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini~nyanyi) *nangis*


presentasi


 Candid Ibu Dr Yuliani SE MM & Bpk Drs Samadi W Bakar SU


ing, piko, me (inuy) & dewik (happy face)


Temen seperjuangan
todays highlight: Teddy Kurniawan, Ria Arty Pertiwi Azhar, Yunita Eka Lestari, Dewi Fadila S.Emangat
30 Oktober 2014

CHSM (Catatan Hati Seorang Mahasiswa)

29 oktober 2014 / 23:09
Selamat Hari Sumpah Pemuda, ya di 28 okt :) Sesuai kata Bapak Presiden Joko Widodo yang baru genap beberapa hari di lantik, yuuuk pemuda "Kerja-KerJA-KERJA!" demi membangun bangsa.

Jadi ceritanya lagi ngerjain revisian sambil chat line sama grup line kesayangan gue yang isinya 4 orang mahasiswi galau 2014. siapa lagi kalo bukan dewi, ing dan piko.. hahaha selalu berwarna dan merasa lengkap kalo bareng mereka (peluk)
Katanya sih revisi skripsi tapiiii malah salah fokus ngobrol di line. Bilangnya sih mau "diskusi". Tapi kok malah kebalik, penuhan isi chat di banding page word nya ;p
You always made my day guys ! (love)  


taken this october: Inagurasi MGT '14
taken this october


Setelah sibuk bongkar catetan lama buat referensi tulisan, gue nemu catetan ditulis sekitar 1 tahun lalu, di Akhir Juni 2013. Here, it is


Iya, Aku tidak sempurna
Aku boleh jadi juga tidak pintar
Tapi aku akan memulai kehidupan ini
Hari demi hari
Melihati dunia yang terbentang luas
Belajar banyak hal
Apapun yang kalian katakan
Inilah hidupku
Dan Kebahagiaanku ada dihatiku
Bukan di hati kalian :)


Sabar itu boleh jadi bisa :
~ Mengembalikan yang pergi
~ Membuat jarak yang jauh menjadi dekat
~ Beban yang berat menjadi ringan
~Waktu yang lama menjadi sebentar
~ Melunturkan benci segunung menjadi sebutir debu


Regards, Inuy
14 Oktober 2014

Im Not Well Enough

Halo inuy,, selamat malam. apa kabar kamu ? :)
Mungkin kita sering banget bertanya kabar ke orang lain, tapi pernahkah kita bertanya bagaimana kabar diri kita sendiri ?
Mungkin jarang. Yup,  bahkan tidak pernah sama sekali.
Untuk itu kali saya mencoba bertanya pada diri saya sendiri.
Apa yang kamu rasain sekarang nuy ?
Apakah kamu bahagia ? Sedih ? Putus asa? Semangat ?
Hmmmm :")
Di tengah tekanan yang banyak datang di semester ini, mulai dari masalah kuliah, keluarga, rumah, sahabat, teman dan lingkungan lainnya, seriuosly i say " Im not well enough"
Nangis, marah, sedih, itu normal, yang ga normal adalah  saat ada yang salah tapi kamu tetap bahagia nuy.. (me : Oh ya ? )

Banyak (banget) yang terbengkalai, deadline dan hal penting lain yang sebenernya udah saya agendain (setengah mateng). :") manajemen waktunya parah banget sih kamu nuy (me: iya banget )
Setelah beberapa hari ini baru nyadar dan banyak yang saya sesalin .. ahhh. kamu selalu aja gitu nuy. masih perlu di ingetin mulu ( me : iya.. bantuin ingetin dong )/siapa
Impian yang selalu jadi motivasi saya selama SMA, bisa2nya ga di laksanain pas kuliah ya T,T
Saat liat kabar teman2 seperjuangan diluar sana, mulai dari temen SMA, temen organisasi pas SMA, dan temen2  waktu ikut konferensi atau kegiatan di luar yg berasal dari berbagai provinsi rasanya kok waah.. saya bangga punya temen  seperti mereka yg slalu bisa memotivasi dan ngingetin tentang impian2 yang harusnya bisa kita capai .
jadi inget kalo dulu sempet cerita2 kalo pas kuliah mesti bisa ikut kegiatan keluar negeri, ya kan ? sekarang diantara mereka udah terbang jauuh banget ke impiannya.. rasanya banyak kesempatan yang saya sia2in. :"
Selain itu kok rasanya kerja keras, effort saya selama ini ternyata masih kurang dibanding mereka. Ah, walau kadang udah ngerasa capek berusaha, ternyata belom apa2 ya .. masih banyak main2 sih kamu nuy ( me : iyaaaa tau T.T huhu )

Rumput tetangga emang terlihat lebih hijau kali ya haha
Well nuy, apapun yang  kamu rasain sekarang, entah itu bahagia, sedih, bosen.. seenggaknya kamu tau bahwa kamu harus berupaya lebih keras lagi supaya apa yg jadi impian kamu dulu bisa tercapai. jangan cuma menyesal dan ga berubah ya! kamu pasti bisa. Tahap demi tahap. Gak ada yang mudah. Kamu harus tau ada banyak hal yang harus dikorbanin supaya impian kamu tercapai. Dan yang pasti apa yang dicapai temen2 kamu butuh KERJA KERAS.. saya selalu dukung kamu kok!
Semangat nuy ! ( me : iya deh, Terimaksih :) )

Regards,
My Alter, 14 Oktober 2014
3 Oktober 2014

INDONESIA what should i do ?

Indonesia, 
Beberapa bulan ini bisa dibilang masa-masa kritis bagi negeri ku tercinta ini Mulai dari terkuaknya kasus-kasus "mega" korupsi para politikus, pemegang kekuasaan hingga kepala daerah yang membuat banyak rakyat kecewa, proses pemilihan presiden yang "gonjang-ganjing" antara koalisi merah putih versus koalisi Indonesia hebat, hingga kisruh disahkannya UU pilkada menjadi tidak lansung yang di sahkan oleh DPR. Rest in Peace Demokrasi Indonesia :""

Kadang suka bingung sama sikap pejabat negeri ini, bingung mau percaya sama siapa..
Konpsirasi .. Handle politik .. Yang baik terlihat jelek pun sebaliknya yang jelek terlihat baik -.- 
Udah mau kiamat beneran deh ini.

Bagaimanapun juga, sebagai generasi muda, harus terus bersikap optimis, dengan ideologi dan kejujuran yang dimiliki sekarang ini semoga kita semua bisa berjuang benar-benar untuk kemajuan bangsa yang udah merdeka puluhan taun ini.  Semoga pejabat yang berkuasa sekarang bukan hanya menjadikan jabatan sebagai lahan mencari materi dan kekuasaan aja
Pasti masih ada kan sebagian orang yang bener-bener tulus buat majuin Indonesia :""

Indonesia,
Kita adalah warga dan bagian dari bangsa Indonesia
Bersama kita menyukurinya
Inilah rumah kita, Indonesia,
Masih bocor atapnya, masih berlubang dindingnya
Masih tanah sebagian ubinya,
Tetapii itulah rumah kita sendiri
Tidak lagi menumpang, tidak lagi ngntrak,
My home is my castle
Indonesia, Masih harus kita rawat,
Masih harus diperbaiki
Namun inilah rumah kita 
Tetaplah kita betah di negeri sendiri
Selamat berjuang pemuda !
18 Juni 2014
gue capek.
31 Mei 2014

Tips Berburu Beasiswa - Indonesia Mengglobal

Tulisan ini sengaja di copas dari web indonesiamengglobal.com, siapa tau aja suatu saat dibutuhin..

Tips Berburu Beasiswa

Tulisan ini berkisah tentang pengalaman berburu beasiswa. Saya yakin, cerita tentang pengalaman mendaftar beasiswa di Indonesia untuk ke luar negeri sudah banyak, misalnya disini http://motivasibeasiswa.org/2011/01/tutik-rachmawati-tips-berburu-beasiswa/ atau http://myspiritmap.blogspot.com/2010/04/tips-memulai-berburu-beasiswa.html.
Pada catatan ini, saya ingin membagi strategi berburu beasiswa yang lain, di mana pola ini berlaku bagi beasiswa ke luar negeri (bersaing dengan sesama WNI), maupun beasiswa yang diburu ketika kita di luar negeri (saingannya mahasiswa se-penjuru dunia). Yang ingin saya garisbawahi, pintar dengan Indeks Prestasi tinggi tentu saja menjadi prasyarat pendaftaran beasiswa, misalnya IPK minimal 3.00 skala 4.00, tetapi IP tinggi dan afiliasi dengan universitas ternama tidaklah cukup. Banyak faktor lain yang berperan dalam keberhasilan menembus seleksi beasiswa di atas, diantaranya:
1. Kelengkapan Dokumen
This is a must. Kalau dokumen tidak lengkap dan tidak mematuhi batas akhir pendaftaran, lupakan saja poin-poin berikut yang akan saya paparkan. Karena dokumen yang tidak lengkap akan langsung masuk tong sampah. Plung!
2. Rencana Penelitian
Setiap pemberi beasiswa mempunyai mission statement khusus tentang organisasinya, oleh karena itu perhatikan baik-baik apakah rencana penelitian kita selaras dengan misi organisasi mereka. Jikapun tidak sama persis, setidaknya carilah irisan (intersection) topic yang bisa memberikan kontribusi pada organisasi tersebut. Oleh karena itu, jangan lelah untuk mengubah bentuk atau mendesain ulang rencana penelitian. Tokh rencana penelitian akan selalu berubah-ubah tergantung pembimbing akademik kita.
Cara paling mudah untuk menyesuaikan rencana penelitian adalah dengan membaca baik-baik profil organisasi dan tujuan diberikannya beasiswa. Selain itu, perhatikan baik-baik profil penerima beasiswa tahun-tahun sebelumnya. Informasi ini biasanya mudah didapatkan di website penyelenggara beasiswa.
3. Rekomendasi
Suatu kali, saya pernah menghabiskan waktu seharian dengan seorang professor yang kebetulan menjadi tim seleksi Fulbright di Washington DC. Beliau merekrut professor Amerika yang akan dikirimkan ke negara lain. Bagi tim beliau, setelah kelengkapan dokumen, hal berikutnya yang mereka periksa adalah surat rekomendasi: bukan cuma siapa yang menulis rekomendasi, tetapi apa yang mereka tulis disitu, walaupun si penulis rekomendasi bukan orang ternama.
Pesan beliau: Jangan terjebak pada surat rekomendasi normative dalam satu halaman, seperti “Si A adalah mahasiswa pintar dan saya rekomendasikan blah..blah..blah..”. Sebaiknya, surat rekomendasi berisi detail, misalnya:
Si X adalah salah satu mahasiswa saya yang paling potensial Dia mengambil kelas saya tentang..blah..blah..dan aktif berpartisipasi dalam diskusi, mengumpulkan tugas tepat waktu, dan menulis tugas akhir yang sangat menarik sehingga saya tidak segan-segan memberinya nilai A. Disamping itu, X memiliki kualitas kepemimpinan yang menonjol dibandingkan teman-temannya, hal ini dibuktikan dengan..blah..blah..blah…
Tentu saja isinya sangat subjektif, karena tergantung si penulis rekomendasi dan seberapa dekat kita dengan penulis rekomedasi tersebut.
Ingat: surat rekomendasi harus bisa memberikan justifikasi mengapa si pelamar berhak mendapatkan beasiswa, bukan hanya rekomendasi normative tanpa “nyawa”. Selain itu, jangan mengulang hal-hal yang sudah disebutkan dalam CV.
4. Pengalaman profesi
Pengalaman profesi tentu saja mempunyai nilai plus, tetapi tidak mutlak. Pengalaman kerja membuktikan sisi lain dari kemampuan leadership pelamar.
5. Pengalaman kerja sukarela
Kerja sukarela kelihatannya sepele, tetapi memegang peranan penting dalam pemberian beasiswa. Setiap beasiswa yang saya lamar, mereka mempunyai lembaran khusus tentang pertanyaan: apa yang sudah pernah Anda lakukan pada masyarakat (terutama perempuan dan anak)? Mentoring seperti apa yang telah dan sedang anda berikan pada komunitas?
Banyak rekan Amerika saya yang punya IP 4.00 skala 4.00 gugur dalam pencarian beasiswa karena tidak punya pengalaman ini. Seperti teman-teman ketahui, rata-rata mahasiswa PhD di Amerika berusia 23 sampai 27 tahunan yang waktunya dihabiskan untuk sekolah sejak lulus S1. Mereka alpa bahwa kerja sukarela dan membangun komunitas adalah wujud pengamalan ilmu yang mereka pelajari.
Oleh karena itu, jika teman-teman berniat mendaftar beasiswa di tahun mendatang, mulailah untuk melakukan kerja sosial dari sekarang. Apakah itu dengan membantu organisasi yang sudah berdiri atau membuat kegiatan baru atas inisiatif sendiri. Apalagi jika kegiatan sosial tersebut selaras dengan rencana penelitian kita.
6. Wawancara
Hampir semua beasiswa melakukan seleksi wawancara, baik itu secara tatap muka atau melalui telepon. Kunci wawancara sederhana saja: kita harus menguasai apa yang ingin kita pelajari atau teliti, konsisten dengan topic tersebut, harus bisa menjelaskan apa guna penelitian tersebut bagi masyarakat dan negara, dan harus bisa mengatakan secara percaya diri mengapa Anda layak mendapatkan beasiswa.
Selain itu, hindari membandingkan diri dengan orang lain, misalnya: kalau orang lain begini, tetapi saya begitu. Sebaiknya berikan fakta-fakta positif tentang diri Anda yang bisa memperkuat argumen bahwa Anda adalah yang terbaik.
Sebelum wawancara dimulai, biasanya panel pewawancara memperkenalkan diri termasuk latar belakang dan bidang keahliannya. Simak baik-baik apa yang mereka katakan, carilah keterhubungan latar belakang dan penelitian Anda dengan mereka. Menurut pengalaman, Anda bisa menilai efektivitas keterhubungan ini di akhir wawancara, karena Anda akan segera paham siapa diantara panel pewawancara tersebut yang mendukung dan siapa yang tidak.
7. Hubungi Alumni penerima beasiswa yang Anda lamar (tambahan info dari Ika Nurhayani-Cornell University)
Menghubungi dan mendengarkan pengalaman dari alumni penerima beasiswa yang Anda lamar akan memberikan insight dan strategi yang bermanfaat, terutama dalam dos and don’ts.
8. Konferensi dan Publikasi (tambahan info dari Ika Nurhayani-Cornell University)
Apabila Anda mencantumkan daftar publikasi ilmiah dan presentasi di Konferensi, tentu saja hal tersebut membuat peluang Anda lebih besar dari kandidat lain. Jika Anda belum pernah melakukan presentasi di sebuah konferensi, sebaiknya Anda mulai dari sekarang. Carilah konferensi (di bidang Anda atau yang bersinggungan dengan bidang Anda) di universitas lokal, nasional, maupun internasional. Konferensi di tingkat nasional lebih mudah dilakukan karena tidak memakan biaya terlalu banyak, tetapi banyak juga konferensi regional ASEAN yang menawarkan subsidi bahkan sponsor penuh (termasuk tiket pesawat dan hotel) bagi para pembicara/presenter. Coba Anda kunjungi conferencealert.com sebulan sekali untuk mendapat informasi. Hal yang sama berlaku bagi publikasi. Mulailah rajin mencari “call for paper” untuk publikasi atau mulailah menulis dan mengirmkannya ke jurnal nasional atau internasional.
Sekali lagi, publikasi tidak mutlak menentukan seseorang lolos mendapat beasiswa atau tidak, tetapi membuat peluang Anda lebih BESAR dibandingkan kandidat lainnya.
9. Faktor X
Selain hal-hal di atas, ada faktor X yang kelihatannya sepele dan gombal tetapi bisa menentukan keberhasilan, walaupun tidak masuk akal, yaitu: keterhubungan acak (random connectedness)
Menurut pengalaman saya ketika mendaftar beasiswa di salah satu sayap lembaga keuangan dunia di Washington DC, mereka menginginkan kandidat yang concern pada pendidikan dan kesehatan. Bidang saya tidak secara langsung berhubungan dengan kedua bidang itu, tetapi saya bisa menemukan irisan kepentigannya. Selama wawancara, saya tidak yakin akan berhasil, hanya satu pertanyaan yang membuat saya optimis menjawabnya: “why do you think you are the best candidate for this scholarship?” Saya bilang “saya tidak cuma berencana akan mengerjakan ini-itu di Indonesia, tetapi saya telah membuat impact. Dengan beasiswa ini saya bisa menyelesaikan S3 saya dan dengan Ph.D degree saya yakin akan membuat impact yang lebih besar lagi.”
Sebulan kemudian, saya mendapat kabar bahwa saya mendapatkan special award untuk beasiswa tersebut. Dalam resepsi penerimaan beasiswa yang dilakukan di boardroom Bank Dunia selama tiga hari berturut-turut, seorang panitia seleksi mendekati saya. Seorang perempuan Jepang yang menikahi pria Amerika yang mempunyai jabatan senior di Bank tersebut. Dia bilang, “sebetulnya area penelitianmu tidak selaras dengan misi organisasi, tetapi ada interseksional di bidang pendidikan dan saya pernah tinggal di Jakarta di tahun-tahun itu, dan banyak orang menghargai apa yang kamu lakukan. Oleh karena itu, saya mempertahankan dirimu sekuat tenaga agar menjadi penerima beasiswa.”
Resepsi tersebut dilanjut dengan makan malam yang dibuka oleh Sri Mulyani Indrawati, mewakili Presdir Bank Dunia yang saat itu sedang ke luar negeri. Meja makan malam diatur sehingga penerima beasiswa, panitia seleksi, dan pejabat Bank Dunia berbaur dalam satu meja. Di sebelah saya duduk seorang perempuan Amerika bersuamikan warga negara Jepang yang rupanya menjadi pejabat senior di Bank Dunia. Si Jepang bertanya: “siapa sih SMI di Indonesia?”. Maklumlah, posisi Managing Director adalah posisi politis, bukan karir. Anyway, yang menarik dari pasangan ini adalah si istri yang juga mencalonkan saya sebagai salah satu pemenang beasiswa. Alasannya: “saya dan suami bertemu di Fujionimya, dan saya lihat di CV kamu, kamu menghabiskan dua tahun belajar bahasa di sana”.
Halah…. ternyata hal yang paling vital dalam pengambilan keputusan beasiswa saya adalah dua perempuan ini.
Beasiswa pun bisa sangat subyektif!
Faktor X inilah sedikit banyak ditentukan oleh doa dan keberuntungan.
Selamat berburu beasiswa.
Tonawanda, New York

Photo by Dave Herholz via flickr




===========================================
Nuning Hallett (or Nuning Purwaningrum) is a Ph.D. Candidate in Global Gender Studies at State University of New York at Buffalo. She received Fulbright scholarship, University at Buffalo Presidential Fellowship, and Margaret McNamara Memorial Funds for her Ph.D. program. Her main research focuses on mixed-nationality marriages, migration, virtual activism among Indonesian women migrants and citizenship. Her academic interests stemmed from her advocacy and intervention works for Indonesian women in transnational marriage for 12 years. She is the initiator of limited-dual citizenship for children, an idea that was adopted in the newly amended Indonesian Citizenship laws 2006. While completing her Ph.D. degree, she is managing “Komunitas Kawin Campur”, a network of 4,000 Indonesian marriage migrants living all over the world and serving as one of coordinators for petition of Dual Citizenship for Indonesian Diaspora, which was submitted in CID 2012 in Los Angeles.
26 Mei 2014

Puisi Ayah untuk Kakek

Palembang, 26 mei 2014. 10.00
Selamat pagi. Pagi yang cerah. Masih terdengar nyanyian burung yang singgah di pucuk pohon mangga sebelah kamar. Alhamdulillah.

Kali ini entah kenapa lagi kangen banget sama kedua orang tua gw.. Bapak & Mamak. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kesehatan kepada beliau Aamiin ya Robbalalaminn :)

Karena lagi kangen, jadi mau share salah satu puisi buatan Bapak yang ditulis saat melepas kepergian Kakek pada suatu pagi ketika penjuru bumi menggemakan Takbir perayaan Idul Adha tahun 2010.

A Y A H

air mata belumlah kering terhapus dari pipi ini
duka belumlah hilang tergores di lubuk hati
dan bunga-bunga tabur diatas pemakaman ibu
belumlah kering dan layu
hari ini engkau pergi tinggalkan kami
susul ibu yang telah pergi

di pagi yang sejuk
tatkala takbir pertama dikumandangkan setelah subuh
dan suara bedug berkali-kali terdengar
ini semua cerita panjang tentang hidupmu,berakhir sudah
seorang ayah yang kami banggakan telah pergi
pendamping hidup kami hadapi kerasnya kehidupan
berikan nasehat dengan petuahnya
marahi kami dengan kasih sayangnya
pria yg tega hadapi cobaan
pria yang tangguh hadapi godaan
rela berkorban demi anak-anaknya 

ayah,berakhir kisahmu di tanah ini
di pulau indah tempat kita bernaung
bersama dalam tangis dan tawa
bersama dalam suka dan duka
dan akan kami teruskan perjuangan ini
akan kami ceritakan tentang kisahmu
kepada anak cucu kami
terimakasih atas segalanya
 

Blog Template by YummyLolly.com