Palembang, 26 mei 2014. 10.00
Selamat pagi. Pagi yang cerah. Masih terdengar nyanyian burung yang singgah di pucuk pohon mangga sebelah kamar. Alhamdulillah.
Kali ini entah kenapa lagi kangen banget sama kedua orang tua gw.. Bapak & Mamak. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kesehatan kepada beliau Aamiin ya Robbalalaminn :)
Karena lagi kangen, jadi mau share salah satu puisi buatan Bapak yang ditulis saat melepas kepergian Kakek pada suatu pagi ketika penjuru bumi menggemakan Takbir perayaan Idul Adha tahun 2010.
di pagi yang sejuk
tatkala takbir pertama dikumandangkan setelah subuh
dan suara bedug berkali-kali terdengar
ini semua cerita panjang tentang hidupmu,berakhir sudah
seorang ayah yang kami banggakan telah pergi
pendamping hidup kami hadapi kerasnya kehidupan
berikan nasehat dengan petuahnya
marahi kami dengan kasih sayangnya
pria yg tega hadapi cobaan
pria yang tangguh hadapi godaan
rela berkorban demi anak-anaknya
ayah,berakhir kisahmu di tanah ini
di pulau indah tempat kita bernaung
bersama dalam tangis dan tawa
bersama dalam suka dan duka
dan akan kami teruskan perjuangan ini
akan kami ceritakan tentang kisahmu
kepada anak cucu kami
terimakasih atas segalanya
Selamat pagi. Pagi yang cerah. Masih terdengar nyanyian burung yang singgah di pucuk pohon mangga sebelah kamar. Alhamdulillah.
Kali ini entah kenapa lagi kangen banget sama kedua orang tua gw.. Bapak & Mamak. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kesehatan kepada beliau Aamiin ya Robbalalaminn :)
Karena lagi kangen, jadi mau share salah satu puisi buatan Bapak yang ditulis saat melepas kepergian Kakek pada suatu pagi ketika penjuru bumi menggemakan Takbir perayaan Idul Adha tahun 2010.
A Y A H
air mata belumlah kering terhapus dari pipi ini
duka belumlah hilang tergores di lubuk hati
dan bunga-bunga tabur diatas pemakaman ibu
belumlah kering dan layu
hari ini engkau pergi tinggalkan kami
susul ibu yang telah pergi
duka belumlah hilang tergores di lubuk hati
dan bunga-bunga tabur diatas pemakaman ibu
belumlah kering dan layu
hari ini engkau pergi tinggalkan kami
susul ibu yang telah pergi
di pagi yang sejuk
tatkala takbir pertama dikumandangkan setelah subuh
dan suara bedug berkali-kali terdengar
ini semua cerita panjang tentang hidupmu,berakhir sudah
seorang ayah yang kami banggakan telah pergi
pendamping hidup kami hadapi kerasnya kehidupan
berikan nasehat dengan petuahnya
marahi kami dengan kasih sayangnya
pria yg tega hadapi cobaan
pria yang tangguh hadapi godaan
rela berkorban demi anak-anaknya
ayah,berakhir kisahmu di tanah ini
di pulau indah tempat kita bernaung
bersama dalam tangis dan tawa
bersama dalam suka dan duka
dan akan kami teruskan perjuangan ini
akan kami ceritakan tentang kisahmu
kepada anak cucu kami
terimakasih atas segalanya



0 komentar:
Posting Komentar
comment with love :)