23 April 2013

Cerpen : Menunggu~~

 Wanita impianmu tampak sangat cantik dalam gaun putih pengantinnya, tersenyum anggun, persis putri yang dipinang pangeran sempurna. Sayang, bukan kau pangeran yang membawa mawar putih dan menyematkan cincin di jari manisnya. Kau terhenyuh dalam kungkungan rasa tak terlafas padanya. Cintamu yang diam, sia-sia saja. Menjadi luka dalam rona jingga pernikahannya. Kau katakan : Cintamu hanya mampu kau ungkap dalam sastra, Sampai ketika rambutmu mulai memutih, kau tetap saja seperti itu.

 Mungkin kau wujud Habibi sang pecinta Ainun masa kini. Tetapi berbeda, Ainun yang kau tunggu semu, kau hanya mampu menatap punggungnya yang beriringan dengan entah siapa. Selalu begitu. Menampaknya dari belakang adalah kebiasaanmu. Ketika kau larut dalam sastra di meja kayu kecilmu, aku masih menatap berharap dibelakangmu. Tetapi aku mencintaimu dalam runut waktu; retak hati yang membeku. Tak peduli seperti apa gila kau mencintainya. Ake lebih menggilaimu. Itulah kesamaan kita. Ya, Kau dan aku. Menatap cinta yang bisu dalam diam yang syahdu. Menunggu dawai cinta kau dan aku di petik oleh bulir bulir penantian yang beku. Dawai sumbang, yang bahkan tak kan bersyair merdu. Karenanya tak ada yang akan mulai memetik dawai itu. Tidak kau, Tidak pula aku, karena aku selalu tau, sentra petikanmu selalu dia, gadis bergaun putih yang menebar senyum cinta pada takdir cintanya pagi ini. Tahukah? aku mengagumimu dalam setiap kepingan waktu. Dengan sederhana saja, seperti hujan mengecup kehausan bumi pada hadirnya pagi ini. Sederhana saja, seperti setiap jarum jam detik mengiringi putaran menit. Tak menyesal, Meski aku sama saja dengan mu. Berharap yang tak mesti diharap. Berharap cinta yang  ternyata cuma kau tabur untuknya dalam sastra. Tak pernah nyata.
21 April 2013

Cinta?Tidak Sesederhana Itu

" Kelak saat kau dewasa, kau akan melihat banyak sekali orang-orang yang begitu saja jatuh cinta. Kita andaikan saja. Bagi mereka cinta seperti memungut bebatuan djpinggir sungai. Banyak bertebaran. Bosan dilemparkan jauh-jauh. Kurang tinggal dilemparkan atau dimasukkan batu lain kedalam kantong yang lain. Apakah perangai seperti itu disebut Cinta? Tentu saja bagi mereka itu Cinta. Tetapi ingatlah selalu, Cinta sejati tak pernah sesederhana itu....."
17 April 2013

Nasihat Seorang Ayah

Kata Ayah, bahkan bila terbakar hangus seluruh keluarga kita, jangan pernah berhenti peduli. Walaupun terfitnah kejam keluarga kita, hingga rasanya menembus relung hati, jangan pernah berhenti berbuat baik. Anak-anakku, jadilah orang yang berdiri gagah didepan. Membela kebenaran dan keadilan. Jadilah orang-orang yang berdiri perkasa didepan. Membantu orang-orang lemah dan dilemahkan. Atau jika tidak, berdirilah dibelakang orang-orang yang melakukannya, dukung mereka dengan sekuat tenaga. Maka seluruh kesedihan akan diangkat dari hati, seluruh beban akan terasa ringan. Karena akan tiba masanya orang-orang terbaik datang, yang bahu membahu menolong dalam kebaikan. Akan tiba masanya orang-orang dengan kehormatan hadir. Percayalah.... Dan jangan pernah berhenti percaya, Meski tidak ada lagi di depan, belakang, kiri-kananmu yang tetap percaya......
10 April 2013

RIP Palembang-Indralaya

 Dear Bloggers. TIME FLIES ... udah april 2013 aja yaa. Ini postingan pertama gue bulan ini.  gue rada sibuk nih(alesan). enggak, gue baru selesai uts, walau masih sisa satu mata kuliah sih, tapi anggep aja  udah selesai gitu. gue bosen ujiannya ditunda-tuna mulu -_-'

 oh iyaaaa, kemaren gue kena macet pas pulang kuliah, kan kampus gue jauh banget tuh, dipelosok hutan. jadi biasanya tuh dari kota Palembang ke kota(mungkin) Indralaya (lokasi kampus gue) bisa ditempuh selama 75menit dengan jarak sekitar 32km aja, tapi sial banget, macet kemaren sampe  8 jam meeen. bayangin aja, gue mau pulang dan udah di transmusi (nama transportasi bus kampus dengan fasilitas AC ;p) jam 2 siang tuh dan bukan sulap bukan sihir, sampe rumahnya jam 23.00 maleeeem *mijitin pinggang yang mau patah*..

Sebenernya sih jam sebelas 12 udah selesai kuliahnya, tapi gue kan males kalo pulang cepet, haha akhirnya ngobrol dulu sama sahabat gue, Dewi Fadila sama Ria Arty, di NetCenter campus. Net center itu tempat ngobrol + nongkrong yang asik buat internetan karena wifinya kuenceeng dan gratis pula. Jam 13.30 gitu gue keluar dari Net Center. Gue belom begitu laper sih, jadi gue ga makan siang dulu, dan milih beli makanan ringan siomay dibawah perpus. Gak lama setelah itu, naiklah gue ke transmusi.

"Transmusi bakal nganter gue dari Kampus Unsri di Indralaya menuju Kampus Unsri Bukit Besar di Palembang. Buat informasi nih, kampus Unsri tuh dulunya cuma ada di daerah Bukit Besar Palembang, namun saat Presiden Soeharto berkuasa, dan konon mulai mencium aksi mahasiswa yang mau protes atas kepemimpinan beliau, maka kampus2 yang deket sama pusat Pemerintahan di alih pindahkan ke daerah yang sangat  jauh dari ibu kota provinsi. Termasuk UI, dan begitu pula Unsri. Kampus Unsri bukit besar sekarang masih digunakan namun hanya untuk mahasiswa S2,S3,D3 dan Ekstensi untuk S1" Well walaupun disisi lain hal ini bisa turut mengembangkan kawasan Indralaya sih.

   Karena si Rafiqoh hari ini lagi ga ngampus(enak banget sih ;p) , jadinya gue pulang sendirian deh. SENDIRIAN T.T.......Pas duduk dikursi gitu, feeling gue mulai gak enak, entah kenapa rasanya gue semacam mau dapet rejeki *PD Banget sih*. Jadi, bus transmusi nya udah penuh kan, karena bus nya besaaar banget jadi kira2 muat sekitar 50 0rang kali ya.. Setelah 10 menit perjalanan, jalanan gak lagi lancar, keliatan banyak kendaraaan didepan udah stuck gitu, ga beraturan, dan 4 jalur, pdahal kan ini jalan 2 jalur. aaah hal buruk itu kejadian lagi. apa coba? apalagi kalau bukan macet(lagi).

Gue sih awalnya enjoy aja, macet ini, udah biasa kan? palingan juga 3jam -_- iya. 3 jam. dan itu memang biasa gue sama temen sekampus alamin. awalnya gue ngbrol sama mbak-mbak sebelah gue, ternyata dia ngakatan 2008, waah senior gue dong nih, satu fakultas pula.  *itu yng tiba2 muncul dipikiran gue*. hehe^^ sejam... dua jam.. gue mulai grasa grusu,*kelaperan*, jadi buat ngilangin perhatian otak gue tentang perut kosong, gue muali baca buku gitu deh. eh tapi bukan buku/modul kuliah dong. ini novel. haha Judulnya "99 Cahaya Langit Eropa" tulisan Hanum Salsabiela Rais, gue emang sengaja bawa dari rumah.  Novel Islamic gitu deh, perjalan si penulis menapaki jejeak islam di Eropa. jadi Gue lanjutin bacanya dari bagian ke- 20,   Gue autis sama ceritanya, dan  pas di bagian ke 42 gue baru sadar ternyata mobilnya cuma jalan dikiiiiiiiiiiit banget. itu artinya gue udah baca sekitar 100 halaman di jalan yang sama -______-'
Kabar buruknya adalah handphone gue lowbat banget, jadi setelah ngasih kabar sms kerumah, tamatlah riwayat tuh hp. errrr..
Karena hari makin gelap dan lampu nya ga memungkinkan buat baca, akhirnya gue milih buat tidur. walau sebenernya gue cuma nutup mata doang sih -.- gue khawatir aja gitu kalo tiba2 pas bangun gue udah di kelilingi kurcaci sama pangeran tampan *sleeping beauty* HAHA

terusss.. Gue penasaran udah jam 4 jam looh ini macetnya. jangan jangan ada si Eyang Subur lagi kampanye poligami nyari istri kesepuluh gitu kan, di ddepan jalan sono *kebanyakan nonton infotainment* kalo kata Bapak yang duduk di depan  gue sih (kayanya dia dosen), macetnya tuh gara2 ada kecelakan antara 2 truk gitu. ini nih akibat ga taat peraturan, nyetir ga hati2. semua orang ikut susah gara2 kalian pak supiiir...! sumpah,. ini kecelakaan tragis yang kesekian guys. tapi gue bersyukurAlhamdulillah supirnya pada selamat O:) 

Oke ceritanya gue pecepat, selain karena ga ada kegitan lain selain duduk, ngobrol,merenung,galau gue bingung mau cerita apa lagi. hmmm.. tentang handphone nih, karena lagi2 mau ngasih kabar, gue -dengen-tampang-innocent-ga-tau-malu-sok-sok-akrab-sama-mbak-disebelah-buat minjem handphonenya. Untung mbak itu baik, hehe makasih ya mbak. you safe my life *yaelaaaah  iya. karena gue minjemnya bukan cuma sekali. dan terima kasih juga deh buat NurIndah yang juga udah gue pake hpnya sampe ikutan abis juga batrenya :) (jujuuur, gue lupa nanya siapa nama itu mbak)

Setelah lika liku perjalanan, porak poranda hati gue, nyelip sana sini, masuk lubang buaya jalan,  akhirnyaaaa, jam 11 kami semua sampe ke Unsri kampus Bukit Besar Palembang. Ya Allah, gue laper banget, lemes banget, capeeeeek. 8 jam duduk aja  itu rasanya sakit jg yaa.....
Terima kasih buat KEDUA WAK GUE (kakak ibu^^) sama sepupu gue Bang Wezdy yang udah bela-belain jemput dan nunggu sampe 3 jam lebih di Kampus Unsri Bukit Besar Palembang.
akhirnyaa kasuuur~~~ *ngelus2 bantal*

Intinya guys... Walapun capek banget.. Menurut Gue.. 

Pengalaman Itu ga bisa di beli pake uang.. Macet-macetan pas pulang ngampus sampe  8 jam ga bakal gue rasian kalo gue kuliah di Universitas lain. Walaupun ini agak pahit, tapi gue akan berusaha buat kenangan ini menjadi manis, melengkapi pengalaman gue belajar, bahwa kuliah itu bukan sekedar buku,atau nilai melainkan juga KESABARAN, yaaa, kesabaran menjalani kehidupan... Dan banyak hal lain semisal mendapat temen baru, Entah itu sebuah Cobaan atau Kebahagiaan,  mari mencoba selalu bersyukur, tersenyum dan tetaplah Bersemangat. Karena Hidup Itu Adalah Sebuah Penerimaan, Keikhlasan :))) 
InsyaAllah 

SINCERELY,
Yunita Eka Lestari

 

Blog Template by YummyLolly.com