15 Oktober 2013

Kalaupun Tidak

Puisi *Kalaupun Tidak 

 Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya. Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya. Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya. Maka itu tetap cinta. Tidak berkurang se-senti perasaan tersebut. Justeru dengan ngotot ingin bilang, ingin pacaran, ingin aneh-aneh, perasaan itu tiba2 ber-metamorfosis menjadi egoisme dan sebatas keinginan yang tidak terkendali saja. Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya. Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik. 
*Tere Liye
13 Oktober 2013

Cerpen?

Suatu hari dalam hidupku, kau dan aku akan bertemu. Masih jelas di ingatanku sosokmu yang memukau. Ada sejuta alasan mengapa aku begitu memujamu. Kau menyinari relung gelap hatiku. Kau satu satunya orang yang ingin kau rengkuh. Kau yang bertanggung jawab atas segala rindu. Kau adalah yang teristimewa bagiku. Tanda-tandanya sudah jelas : aku menyukaimu. Tetapi bagaimana caranya untuk mendekatimu, Kau begitu jauh, sulit aku raih dg jemariku. Dan semakin lama, aku menyadari satu hal. Bahwa kau dan aku mungkin ditakdirkan tak bisa bersatu. mungkin.
2 Oktober 2013

Selamat Hari Batik Nasional, Ayo Bangga Berbatik !

Selamat Hari Batik Nasional, Ayo Bangga Berbatik !
ya, itulah jargon kita hari ini pemuda Indonesia... 
Tahun ini adalah tahun keempat diperingati sebagai hari batik nasional. Mundur ke belakang, 2 Oktober 2009, Badan PBB untuk kebudayaan UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).Nah, karena itulah pemerintah menetapkan tanggal 2 oktober sebagai Hari Batik Nasional. Disamping itu, di Internasonal sekarang citra Indonesia juga melekat pada batik.

Budaya adalah sekumpulan nilai, norma yang terdapat pada kelompok khusus masyarakat.  Jadi sebagai pemuda Indonesia yang menghargai budaya dan menjaga adat ketimuran. Yuk Bangga Berbatik ! 
kita hari ini janjian deh pake batik. Kalian gimana?
Haha. Disela-sela kuliah yang padet, tingkat kenarsisan kami masih tinggi ;p 



19 September 2013

INISIATOR Behind ParlemenMuda

Palembang. 19 September 2013, 00.35
SubhanaAllah. Jujur, Malam ini saya ngerasa benar-benar semakin bangga menjadi salah satu pemudi Indonesia. Tapi, sisi lain saya merasa malu, apa yang telah dan akan saya persembahkan untuk Indonesia-ku ini ? 

Malam ini saya sengaja meluangkan diri untuk membuka beberapa website yang disarankan buku yang seminggu lalu saya beli, tapi baru bisa dibaca tadi siang. YOUNG ON TOP. Thats so inspiring!

Di salah satu website yang saya buka berisi informasi pendaftran tentang Parlemen Muda 2014. Sembari memikirkan apakah saya bisa mengikuti kegiatan tersebut berdasarkan kegiatan yang telah ditetapkan, saya membuka beberapa tab lain yang berkaitan dengan forum penyelenggara dan pemuda pemuda inisiator yang melatarbelakangi terlaksananya kegiata Parlemen Muda ini.

Semakin membaca dan membaca saya tercengang menemukan bahwa semua inisiator muda yang usianya awal 20an ini memiliki prestasi yang sangat prestisius hingga di tingkat Internasional. Sebagai mahasiswa usia saya sekarang menginjak 20 tahun dan tidak begitu jauh berbeda dengan mereka bahkan ada yang sama. Jika di bandingkan dengan berbagai insiator yang profil lengkapnya dijelaskan disini belum satupun dari puluhan prestasi mereka yang bisa saya gapai.

Hal ini banyak menyadarkan saya bahwa usaha yang saya berikan untuk kesuksesan masa depan saya dan bangsa saya sangatlah kecil dan belum memiliki arti. Saya merasa malu, jujur saja. 
Sungguh, saya berjanji pada diri saya mulai malam ini untuk bergiat berusaha menggapai apa yang seharusnya bisa saya gapai dan memberikan hadiah pencapaian untuk orang-orang yang saya sayangi.
Meskipun belum bisa se-prestisius yang diberikan para inisiator muda tersebut, tetapi saya akan selalu beusaha memberikan 'my-ultimate-best'. Well, mari memulai hari setiap pagi dengan semangat yang sama saat hari pertama masuk sekolah dan anggaplah ini "our last day"...........
Bissmillahirohmanirrohim.


18 September 2013

Tidak Boleh Gagal..?

Mungkin terdengar sederhana, tapi saat merasa "jatuh" saya selalu mencoba "tetap berada diposisi utama". Cukup menyakitkan, saat kita merasa kita bisa tetapi ternyata tidak diperhitungkan  dan kata orang kita hampir gagal.
Orang mungkin boleh berbeda pandangan dengan saya. Namun, bagi saya sendiri mencoba memaknai kegagalan dengan cara pandang saya sendiri. Misalnya gagal saat berhubungan keluarga, persahatan atau hubungan dengan Tuhan, dan sejenisnya. Saya gagal menang kompetisi, gagal mendapatkan beasiswa, ya ngga begitu masalah karena mungkin kompetisi itu tidak se-matter persahabatan saya misalnya. Ketika saya merasa mengecewakan dan membuat mereka tidak nyaman berada didekat saya, saya bisa menganggap diri saya gagal.
Selama saya mncoba "my ultimate best" tetapai kemudian tidak berhasil mencapai yang diharapkan, saya tidak  bisa menyebutnya  sebagai kegagalan. 
Apa yang orang lihat mengenai saya saat ni, hanyalah sekilas dari kehidupan saya. Saya memulai melakukan sesuatu,  dan "kegagalan" kecil banyak sekali terjadi.  Masa-masa sulit yang mungkin tidak banyak orang mengetahui, Masa-masa ketika saya ingin kabur dari dunia ini, sekedar hilang karena mungkin merasa sendiri, gagal, mengecewakan, dan sebagainya. Namun, dari itulah saya kan mencoba belajar dan belajar. 
Akan tetapi satu hal perlu dicata, saat sebuah pensil yang akantajam saat diserut, Namun jika ia diserut terlalu banyak lama-lama pensil tersebut akan habis. Seperti manusia, pengalaman "salah" bisa membuat kita lebih tajam lagi, jadi lebih baik kita bisa mengambil pelajaran dari hal tersebut. Namun jika kita terlalu sering berbuat salah, apalagi kesalahan yang sama, diri kita juga kan selalu diserut hingga habis..... OMG!  


17 September 2013

Asmara Nusantara

Waktu itu kamu pakai baju merah 
Yang ku tau aku pakai baju putih
Kita bergandengan menyusuri kota
Dan Cinta kita seperti Indonesia

Walau kini kau ada di Wakatobi
Yang jelas-jelas aku di Raja Ampat
Luasnya lautan memisahkan kita
Oh Indahnya bercinta di Nusantara

sumber foto
Kita sepakat bila rasa yang sesungguhnya tak mudah didapat
Perlu ada pengorbanan
Perlu ada perjuangan,
Seperti Pahlawan...

Kita tulis cerita
yang takkan kita lupa
bersama dibawah langit senja
Kita nyatakan saja pada mereka
Lewat sebuah lagu
Asmara kau dan aku
di Bumi Khatulistiwa............

4 September 2013

Daftar Menteri Keuangan Indonesia 2013

No Foto Nama Kabinet Dari Sampai Keterangan
1
Dr. Samsi Presidentil 19 Agustus 1945 14 November 1945 Mengundurkan diri, diganti oleh Mr. A. A. Maramis
2 Aa maramis.jpg Mr. A. A. Maramis Presidentil    
3
Mr. Sunarjo Kolopaking Syahrir I 14 November 1945 12 Maret 1946
4 Surachman tjokroadisurjo.jpg Ir. Surachman Tjokroadisurjo Syahrir II 12 Maret 1946 2 Oktober 1946
5 Sjafrudin prawiranegara.jpg Mr. Syafruddin Prawiranegara Syahrir III 2 Oktober 1946 26 Juni 1947
** Aa maramis.jpg Mr. A.A. Maramis Amir Syarifuddin I 3 Juli 1947 11 November 1947
Amir Syarifuddin II 11 November 1947 29 Januari 1948
Hatta I 29 Januari 1948 4 Agustus 1949
6
Mr. Lukman Hakim Darurat 19 Desember 1948 13 Juli 1949
Hatta II 4 Agustus 1949 20 Desember 1949
* Sjafrudin prawiranegara.jpg Mr. Syafruddin Prawiranegara RIS 20 Desember 1949 6 September 1950
**
Mr. Lukman Hakim Soesanto 20 Desember 1949 21 Januari 1950
Halim 21 Januari 1950 6 September 1950
** Sjafrudin prawiranegara.jpg Mr. Syafruddin Prawiranegara Natsir 6 September 1950 27 April 1951
7 Jusuf wibisono.jpg Mr. Jusuf Wibisono Sukirman-Suwiryo 27 April 1951 3 April 1952
8 Soemitro Smiling.jpg Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo Wilopo 3 April 1952 30 Juli 1953
9 Ong eng dji PYO.JPG DR. Ong Eng Die Ali Sastroamidjojo I 30 Juli 1953 12 Agustus 1955
** Soemitro Smiling.jpg Prof.DR. Sumitro Djojohadikusumo Burhanuddin Harahap 12 Agustus 1955 24 Maret 1956
** Jusuf wibisono.jpg Mr. Jusuf Wibisono Ali Sastroamidjojo II 24 Maret 1956 9 April 1957
10
Mr. Sutikno Slamet Karya 9 April 1957 10 Juli 1959
11 Djuanda Cartawidjaja.jpg Ir. H. Djuanda Kerja I 10 Juli 1959 18 Februari 1960
Kerja II 18 Februari 1960 6 Maret 1962
12
R.M Notohamiprodjo Kerja II    
Kerja III 6 Maret 1962 13 November 1963
13 Dr.H.Soemarno.gif Sumarno SH Kerja IV 13 November 1963 27 Agustus 1964
Dwikora I 27 Agustus 1964 28 Maret 1966
Dwikora II 28 Maret 1966 25 Juli 1966
14 Frans seda PYO.jpg Drs. Frans Seda Ampera I 25 Juli 1966 17 Oktober 1967
Ampera II 17 Oktober 1967 6 Juni 1968
15 Ali wardhana.jpg Prof.Dr.Ali Wardhana Pembangunan I 6 Juni 1968 28 Maret 1973
Pembangunan II 28 Maret 1973 29 Maret 1978
Pembangunan III 29 Maret 1978 19 Maret 1983
16 Radius prawiro.jpg Drs.Radius Prawiro Pembangunan IV 19 Maret 1983 21 Maret 1988
17 Jb sumarlin.jpg Prof.Dr.J.B.Sumarlin Pembangunan V 21 Maret 1988 17 Maret 1993
18 Marie muhammad.jpg Drs.Marie Muhammad Pembangunan VI 17 Maret 1993 16 Maret 1998
19
Dr.Fuad Bawazier Pembangunan VII 16 Maret 1998 21 Mei 1998
20 Bambang Subianto.jpg Dr.Ir. Bambang Subianto Reformasi Pembangunan 23 Mei 1998 20 Oktober 1999
21 Bambang Sudibyo.jpg Dr. Bambang Sudibyo Persatuan Nasional 23 Oktober 1999 23 Agustus 2000
22 Prijadi.jpg Prijadi Praptosuhardjo Persatuan Nasional 23 Agustus 2000 12 Juni 2001
23 Rizalramli.jpg Dr. Rizal Ramli Persatuan Nasional 12 Juni 2001 9 Agustus 2001
24 Boediono official vice presidential portrait.jpg Dr. Boediono Gotong Royong 9 Agustus 2001 20 Agustus 2004
25 Jusuf Anwar.jpg Drs. Jusuf Anwar MA. Indonesia Bersatu 20 Oktober 2004 7 Desember 2005
26 Menteri-keuangan-sri-mulyani-indrawati.jpg Dr. Sri Mulyani Indrawati Indonesia Bersatu 7 Desember 2005 22 Oktober 2009
Indonesia Bersatu II 22 Oktober 2009 20 Mei 2010 Mengundurkan diri setelah ditunjuk sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia [1]
27 Agus Martowardojo.jpg Agus Martowardojo Indonesia Bersatu II 20 Mei 2010 19 April 2013 Mengundurkan diri setelah terpilih sebagai Gubernur Bank Indonesia
* Hatta Rajasa2.jpg Hatta Rajasa
(Pelaksana Tugas)
Indonesia Bersatu II 19 April 2013 21 Mei 2013 [2]
28 Chatib Basri.jpg Muhammad Chatib Basri Indonesia Bersatu II 21 Mei 2013 Petahana [3]
31 Agustus 2013

Diam Sebentar

*Diam sebentar

Ssttt... Diamlah sebentar.
Cinta sejati hanya bisa didengar justeru dalam senyap.
Bukan gegap gempita kalimat, yang mengaburkan makna.
Dan kita tertipu oleh tampilannya.

Ssttt... Ayo duduk sejenak.
Cinta sejati hanya bisa dikenali saat sepi.
Diperhatikan dengan seksama, dalam kesadaran diri paripurna.
Bukan berisik teriak-teriak 'Aku cinta kamu'.
Hanya untuk esok lusa kita meratap kencang-kencang sebaliknya.

Ssttt.... Bisakah kita diam dulu?
Agar cinta sejati menunjukkan siapa diri sebenarnya.
Apakah yang ini, atau yang itu, atau mungkin yang lain lagi.
Dan kita harus menunggu dan bersabar.


 

*Langit

Langit itu tidak memiliki warna. Namanya juga langit-langit. Mengawang2 saja di atas kepala kita.

Tapi kenapa dia seolah punya warna biru. Kadang berganti merah. Kadang jingga. Kadang ada pelangi. Bahkan kadang ada sejuta warna aurora di relungnya? Simpel. Langit hanya 'memantulkan' apapun yang ada di sekitarnya.

Pun begitulah hidup ini. Kalau kita merasa tidak punya warna, tidak memiliki sumber warna-warni, pantulkanlah warna terbaik di sekitar kita. Maka semoga dengan begitu kita juga menjadi bagian orang-orang yang bahagia. Jauhi pantulan warna yang kusam, gelap dan menyebalkan.
  


Repost From : DARWIS Tere Liye  (penulis)
28 Agustus 2013

Friend or Friendship

Ketika kita memiliki teman, maka bukan berarti kita pasti akan selalu bersamanya. Ada masa-masa kita harus pindah, mengambil kesempatan, melanjutkan sekolah, pekerjaan. Tetapi juga bukan berarti kalau sudah berpisah, maka selesai begitu saja.

Itulah gunanya persahabatan yang sejati, teman lama selalu menjadi teman, atau malah lebih spesial saat bertemu kembali, menjalin kontak kembali. Hei, jika HP, laptop, komputer, mengasyikkan kalau punya yang baru, tapi teman, semakin lama, semakin mengasyikkan.

Selalu begitu.


Repost from : Darwis Tere Liye

Welcoming my 3th Grade College

Selamat malam. Gak kerasa yaa, libur 2 bulan udah berlalu begitu aja. Perkuliahan di tahun ke 3 gue pun udah di mulai. Alhamdulillah semester ini gue masih bisa dapet 24 sks dengan total 8 mata kuliah. Bakalan sibuk. huft. Well menginjak ditahun ke 3 berarti gue udah melalui 4 semester menyandang status maha-siswa di Fakultas Ekonomi, walau masih berasa biasa aja gitu, tapi tetep aja intinya maha-siswa *apasiih*
Jadi semsester ini kami semua dihadepin sama pilihan hidup mahasiswa manajemen. guess what ? Konsentrasi ! dan dari 4 konsentrasi yang tersedia gue milih konsentrasi Manajemen Keuangan/Financial Management untuk gue pelajari lebih mendetail di semester ini. Udah ah jangan ngomongin kuliah mulu, berasa banget galau nya.  Gue inget semester 7 nanti, SKRIPSI meeeen, juduuuulnya apaa, proposalnyaaaa,  ujian komprehensif nyaaaa... huhu. walau masih 2 semester lagi tapi kaaaan zzz -_-" oke intinya semangat harus lebih di dongkrak deh, semangat yaa inuy ! mau cepet lulus kan? bahagiain ortu kan ? *getok kepala sendiri*- yes i am ! promise ! :")

4 Juli 2013

Libur Telah Tibaa

hai sahabat bloggers semua. selamat pagi. gue bahagia banget hari ini. kenapa? karna hari ini gue pulaaaaaang :))) yippie. iya gue sekarang lagi di waiting room Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, bentar lagi boarding nih. Gue bakal tiba di kota kelahiran gue tercinta di Tanjung pandan, Belitung sekitar jam 12.20 tepatnya di Bandara Hanan Djoedin Tanjungpandan. jadiiiii, karena gue hari ini pulang sendirian, gue ngeblog deh. inikan salah satu Life Journey gue. Setelah 6 bulan berkutat sama kesibukan kuliah dan beberapa organisasi (gaya). Seharusnya sih tgl 14 juni 2013 kemaren gue udah bisa pulang tapi karena ada suatu tes, mudiknya diundurur hingga hari ini. Btw, gue udah ngejalanin serangkaian sesi tes yang mendebarkan karena tiap seasonnya ada sistem gugur booook *sigh*, mulai dari tes administrasi 2 bulan kemaren, tes psikologi yang diadaian tepat di hari ulangtaun gue yang ke 20 *pamer* (entah kenapa gue seneng banget), terus tes wawancara (HAA,, ini bebener bikin grogi) dan gue sempet kesandung kaki sebelum masuk ruangan psikolognya *seketika mau mati aja*. Well done, gue udah ngelakuin usaha terbaik gue. Semoga pas penguuman tanggal 31 agustus 2013 nanti nama gue termasuk diantara yang lolos ya guys... Amiin.
oke deh, announcer-nya udah ribut nih nyuruh boarding di Gate 1, gue sign out dulu ya, byee byeeee.. safe flight for me 0:)
17 Mei 2013

Kebetulan yang Menakjubkan

“Cinta sejati selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagi perangai norak lainnya. Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan.” — Tere Liye. Novel “Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah
23 April 2013

Cerpen : Menunggu~~

 Wanita impianmu tampak sangat cantik dalam gaun putih pengantinnya, tersenyum anggun, persis putri yang dipinang pangeran sempurna. Sayang, bukan kau pangeran yang membawa mawar putih dan menyematkan cincin di jari manisnya. Kau terhenyuh dalam kungkungan rasa tak terlafas padanya. Cintamu yang diam, sia-sia saja. Menjadi luka dalam rona jingga pernikahannya. Kau katakan : Cintamu hanya mampu kau ungkap dalam sastra, Sampai ketika rambutmu mulai memutih, kau tetap saja seperti itu.

 Mungkin kau wujud Habibi sang pecinta Ainun masa kini. Tetapi berbeda, Ainun yang kau tunggu semu, kau hanya mampu menatap punggungnya yang beriringan dengan entah siapa. Selalu begitu. Menampaknya dari belakang adalah kebiasaanmu. Ketika kau larut dalam sastra di meja kayu kecilmu, aku masih menatap berharap dibelakangmu. Tetapi aku mencintaimu dalam runut waktu; retak hati yang membeku. Tak peduli seperti apa gila kau mencintainya. Ake lebih menggilaimu. Itulah kesamaan kita. Ya, Kau dan aku. Menatap cinta yang bisu dalam diam yang syahdu. Menunggu dawai cinta kau dan aku di petik oleh bulir bulir penantian yang beku. Dawai sumbang, yang bahkan tak kan bersyair merdu. Karenanya tak ada yang akan mulai memetik dawai itu. Tidak kau, Tidak pula aku, karena aku selalu tau, sentra petikanmu selalu dia, gadis bergaun putih yang menebar senyum cinta pada takdir cintanya pagi ini. Tahukah? aku mengagumimu dalam setiap kepingan waktu. Dengan sederhana saja, seperti hujan mengecup kehausan bumi pada hadirnya pagi ini. Sederhana saja, seperti setiap jarum jam detik mengiringi putaran menit. Tak menyesal, Meski aku sama saja dengan mu. Berharap yang tak mesti diharap. Berharap cinta yang  ternyata cuma kau tabur untuknya dalam sastra. Tak pernah nyata.
21 April 2013

Cinta?Tidak Sesederhana Itu

" Kelak saat kau dewasa, kau akan melihat banyak sekali orang-orang yang begitu saja jatuh cinta. Kita andaikan saja. Bagi mereka cinta seperti memungut bebatuan djpinggir sungai. Banyak bertebaran. Bosan dilemparkan jauh-jauh. Kurang tinggal dilemparkan atau dimasukkan batu lain kedalam kantong yang lain. Apakah perangai seperti itu disebut Cinta? Tentu saja bagi mereka itu Cinta. Tetapi ingatlah selalu, Cinta sejati tak pernah sesederhana itu....."
17 April 2013

Nasihat Seorang Ayah

Kata Ayah, bahkan bila terbakar hangus seluruh keluarga kita, jangan pernah berhenti peduli. Walaupun terfitnah kejam keluarga kita, hingga rasanya menembus relung hati, jangan pernah berhenti berbuat baik. Anak-anakku, jadilah orang yang berdiri gagah didepan. Membela kebenaran dan keadilan. Jadilah orang-orang yang berdiri perkasa didepan. Membantu orang-orang lemah dan dilemahkan. Atau jika tidak, berdirilah dibelakang orang-orang yang melakukannya, dukung mereka dengan sekuat tenaga. Maka seluruh kesedihan akan diangkat dari hati, seluruh beban akan terasa ringan. Karena akan tiba masanya orang-orang terbaik datang, yang bahu membahu menolong dalam kebaikan. Akan tiba masanya orang-orang dengan kehormatan hadir. Percayalah.... Dan jangan pernah berhenti percaya, Meski tidak ada lagi di depan, belakang, kiri-kananmu yang tetap percaya......
10 April 2013

RIP Palembang-Indralaya

 Dear Bloggers. TIME FLIES ... udah april 2013 aja yaa. Ini postingan pertama gue bulan ini.  gue rada sibuk nih(alesan). enggak, gue baru selesai uts, walau masih sisa satu mata kuliah sih, tapi anggep aja  udah selesai gitu. gue bosen ujiannya ditunda-tuna mulu -_-'

 oh iyaaaa, kemaren gue kena macet pas pulang kuliah, kan kampus gue jauh banget tuh, dipelosok hutan. jadi biasanya tuh dari kota Palembang ke kota(mungkin) Indralaya (lokasi kampus gue) bisa ditempuh selama 75menit dengan jarak sekitar 32km aja, tapi sial banget, macet kemaren sampe  8 jam meeen. bayangin aja, gue mau pulang dan udah di transmusi (nama transportasi bus kampus dengan fasilitas AC ;p) jam 2 siang tuh dan bukan sulap bukan sihir, sampe rumahnya jam 23.00 maleeeem *mijitin pinggang yang mau patah*..

Sebenernya sih jam sebelas 12 udah selesai kuliahnya, tapi gue kan males kalo pulang cepet, haha akhirnya ngobrol dulu sama sahabat gue, Dewi Fadila sama Ria Arty, di NetCenter campus. Net center itu tempat ngobrol + nongkrong yang asik buat internetan karena wifinya kuenceeng dan gratis pula. Jam 13.30 gitu gue keluar dari Net Center. Gue belom begitu laper sih, jadi gue ga makan siang dulu, dan milih beli makanan ringan siomay dibawah perpus. Gak lama setelah itu, naiklah gue ke transmusi.

"Transmusi bakal nganter gue dari Kampus Unsri di Indralaya menuju Kampus Unsri Bukit Besar di Palembang. Buat informasi nih, kampus Unsri tuh dulunya cuma ada di daerah Bukit Besar Palembang, namun saat Presiden Soeharto berkuasa, dan konon mulai mencium aksi mahasiswa yang mau protes atas kepemimpinan beliau, maka kampus2 yang deket sama pusat Pemerintahan di alih pindahkan ke daerah yang sangat  jauh dari ibu kota provinsi. Termasuk UI, dan begitu pula Unsri. Kampus Unsri bukit besar sekarang masih digunakan namun hanya untuk mahasiswa S2,S3,D3 dan Ekstensi untuk S1" Well walaupun disisi lain hal ini bisa turut mengembangkan kawasan Indralaya sih.

   Karena si Rafiqoh hari ini lagi ga ngampus(enak banget sih ;p) , jadinya gue pulang sendirian deh. SENDIRIAN T.T.......Pas duduk dikursi gitu, feeling gue mulai gak enak, entah kenapa rasanya gue semacam mau dapet rejeki *PD Banget sih*. Jadi, bus transmusi nya udah penuh kan, karena bus nya besaaar banget jadi kira2 muat sekitar 50 0rang kali ya.. Setelah 10 menit perjalanan, jalanan gak lagi lancar, keliatan banyak kendaraaan didepan udah stuck gitu, ga beraturan, dan 4 jalur, pdahal kan ini jalan 2 jalur. aaah hal buruk itu kejadian lagi. apa coba? apalagi kalau bukan macet(lagi).

Gue sih awalnya enjoy aja, macet ini, udah biasa kan? palingan juga 3jam -_- iya. 3 jam. dan itu memang biasa gue sama temen sekampus alamin. awalnya gue ngbrol sama mbak-mbak sebelah gue, ternyata dia ngakatan 2008, waah senior gue dong nih, satu fakultas pula.  *itu yng tiba2 muncul dipikiran gue*. hehe^^ sejam... dua jam.. gue mulai grasa grusu,*kelaperan*, jadi buat ngilangin perhatian otak gue tentang perut kosong, gue muali baca buku gitu deh. eh tapi bukan buku/modul kuliah dong. ini novel. haha Judulnya "99 Cahaya Langit Eropa" tulisan Hanum Salsabiela Rais, gue emang sengaja bawa dari rumah.  Novel Islamic gitu deh, perjalan si penulis menapaki jejeak islam di Eropa. jadi Gue lanjutin bacanya dari bagian ke- 20,   Gue autis sama ceritanya, dan  pas di bagian ke 42 gue baru sadar ternyata mobilnya cuma jalan dikiiiiiiiiiiit banget. itu artinya gue udah baca sekitar 100 halaman di jalan yang sama -______-'
Kabar buruknya adalah handphone gue lowbat banget, jadi setelah ngasih kabar sms kerumah, tamatlah riwayat tuh hp. errrr..
Karena hari makin gelap dan lampu nya ga memungkinkan buat baca, akhirnya gue milih buat tidur. walau sebenernya gue cuma nutup mata doang sih -.- gue khawatir aja gitu kalo tiba2 pas bangun gue udah di kelilingi kurcaci sama pangeran tampan *sleeping beauty* HAHA

terusss.. Gue penasaran udah jam 4 jam looh ini macetnya. jangan jangan ada si Eyang Subur lagi kampanye poligami nyari istri kesepuluh gitu kan, di ddepan jalan sono *kebanyakan nonton infotainment* kalo kata Bapak yang duduk di depan  gue sih (kayanya dia dosen), macetnya tuh gara2 ada kecelakan antara 2 truk gitu. ini nih akibat ga taat peraturan, nyetir ga hati2. semua orang ikut susah gara2 kalian pak supiiir...! sumpah,. ini kecelakaan tragis yang kesekian guys. tapi gue bersyukurAlhamdulillah supirnya pada selamat O:) 

Oke ceritanya gue pecepat, selain karena ga ada kegitan lain selain duduk, ngobrol,merenung,galau gue bingung mau cerita apa lagi. hmmm.. tentang handphone nih, karena lagi2 mau ngasih kabar, gue -dengen-tampang-innocent-ga-tau-malu-sok-sok-akrab-sama-mbak-disebelah-buat minjem handphonenya. Untung mbak itu baik, hehe makasih ya mbak. you safe my life *yaelaaaah  iya. karena gue minjemnya bukan cuma sekali. dan terima kasih juga deh buat NurIndah yang juga udah gue pake hpnya sampe ikutan abis juga batrenya :) (jujuuur, gue lupa nanya siapa nama itu mbak)

Setelah lika liku perjalanan, porak poranda hati gue, nyelip sana sini, masuk lubang buaya jalan,  akhirnyaaaa, jam 11 kami semua sampe ke Unsri kampus Bukit Besar Palembang. Ya Allah, gue laper banget, lemes banget, capeeeeek. 8 jam duduk aja  itu rasanya sakit jg yaa.....
Terima kasih buat KEDUA WAK GUE (kakak ibu^^) sama sepupu gue Bang Wezdy yang udah bela-belain jemput dan nunggu sampe 3 jam lebih di Kampus Unsri Bukit Besar Palembang.
akhirnyaa kasuuur~~~ *ngelus2 bantal*

Intinya guys... Walapun capek banget.. Menurut Gue.. 

Pengalaman Itu ga bisa di beli pake uang.. Macet-macetan pas pulang ngampus sampe  8 jam ga bakal gue rasian kalo gue kuliah di Universitas lain. Walaupun ini agak pahit, tapi gue akan berusaha buat kenangan ini menjadi manis, melengkapi pengalaman gue belajar, bahwa kuliah itu bukan sekedar buku,atau nilai melainkan juga KESABARAN, yaaa, kesabaran menjalani kehidupan... Dan banyak hal lain semisal mendapat temen baru, Entah itu sebuah Cobaan atau Kebahagiaan,  mari mencoba selalu bersyukur, tersenyum dan tetaplah Bersemangat. Karena Hidup Itu Adalah Sebuah Penerimaan, Keikhlasan :))) 
InsyaAllah 

SINCERELY,
Yunita Eka Lestari

22 Maret 2013

The Rain

Kau ada saat ku terjaga
Gelap malam tanpa cahaya
Terangkanku dengan semua cerita
Tentang sebuah tempat yang terindah

Aku tak akan pernah mengira
Bersama kita hadapi dunia
Jika tak seindah kata mereka
Tetap jalani apa adanya

Karena aku percaya padamu
Takkan berhenti berikan semua yang terbaik
Dan kuharapkan kau
Percaya bahwa ku juga
Selalu ada selamanya.........
(click link above)



9 Maret 2013

Not that Time

Aku harus segera menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. Berat sekali melakukannya, Karena itu, berarti aku harus menikam hatiku setiap detik .



3 Maret 2013

Partikel




Engkaulah keheningan yang hadir sebelum segala suara
Engkaulah lengang tempatku berpulang
 
Bunyimu adalah senyapmu
Tarianmu adalah gemingmu

Pada bisumu bermuara segala harapan
Dalam hadirmu, keabadian sayup mengecup

Saput batinku meluruh
Tatapmu sekilas dan sungguh
Bersama engkau, aku hanya kepala tanpa rencana
Tanpa kata-kata

Cuma kini
Tinggal sunyi
Dan,waktu perlahan mati,


(Catatan kecil saat langit kelabu ditaman bambu)
26 Februari 2013

Moments : Precious than Diamonds





Level Menyebalkan


Perasaan adalah perasaan. Meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh menjadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat. Hebat sekali benda bernama perasaan itu. Dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya merubah harimu jadi buram padahal dunai sedang terang benderang. --

 Dari dulu gue punya teori bahwa semua orang dimuka bumi ini ditakdirkan untuk menyebalkan. Hanya saja perbedaannya terletak pada level keparahannya. Jenisnya ada :
- menyebalkan verbal
- menyebalkan visual
- menyebalkan attitude

Seperti tingkat kepedasan cabe yang gue masukin ke semangkuk siomay tadi siang, 4 sendok mampu diklasifikasikan sebagai level pedas tingkat dewa bagi rongga mulut gue. bukannya malah berselera untuk makan, gue jadi ga nafsu dan berhenti makan. Begitu pula mengenai level sifat menyebalkan ini, Banyak orang diluar sana yang gak  mau peduli sama perasaan orang lain. Yang mampu merasa enjoy saat "membunuh" mimpi dan visi orang lain.  Pada level terendah bisa menyebabkan orang-orang disekitar merasa tidak nyaman, risih, pada level medium akan menimbulkan respon makian, tonjokan hingga pada tingkat yang lebih ekstrim bisa menyebabkan peperangan/perpecahan. Sebuah siklus berulang yang menimbulkan pola sebab-akibat. aksi-reaksi.  Dan seterusnya...

 Bahwa boleh jadi sebuah kalimat yang seorang ucapkan, tidaklah selalu dianggap "hanya" oleh lain. Banyak makna. Boleh jadi, kata-kata yang seorang ucapkan bisa menguatkan seseorang lain. Namun terlebih sering lagi adalah sebaliknya.

Membuang Ibu ke Hutan / Ubasutemaya

Pernahkah kalian mendengar istilah "Ubasuteyama"? Mungkin tidak. Kita lebih mengenal doraemon atau naruto. Tapi tidak apa, catatan pendek ini akan membahas tentang ubasuteyama ini. Dalam bahasa Jepang, artinya "gunung pembuangan nenek". Ini cerita legenda di Jepang, ada beberapa versi, tapi yang manapun itu, mengharukan sekali. Akan saya ceritakan ulang, sy tulis dengan pendekatan sedikit berbeda, dengan versi Indonesia, tanpa mengurangi maknanya, here we go.


Tersebutlah seorang anak, kita sebut saja namanya Bambang. Dia anak semata wayang, dibesarkan penuh kasih sayang oleh Ibunya. Ayahnya meninggal saat Bambang masih kecil, maka repot betullah Ibunya mengasuh si Bambang ini. Apalagi pekerjaannya hanya pengumpul kayu bakar di tepi hutan lebat, sambil menanam kentang di lahan terbatas. Setiap musim salju datang, alamat tambah sulit hidup mereka (eh, anggap saja di Indonesia ada salju).

Tapi Ibu si Bambang sungguh wanita yang tangguh. Dia bertahan dari segala kesusahan hidup. Hari demi hari. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun. Si Bambang kecil beranjak menjadi remaja. Kabar baiknya, si Bambang kecil ini jenius. Maka satu demi satu kesuksesan hadir di rumah sederhana itu. Si Bambang berhasil masuk sekolah terbaik, memperoleh beasiswa. Hingga akhirnya bisa kuliah tinggi. Bukan main. Dia kuliah di ibukota, di kampus paling top, dan juara pula.

Nah, persis saat Bambang mulai merengkuh sukses kisah hidupnya, kisah indah Ibunya ini mulai menikung tajam, meluncur turun ke bagian menyedihkan. Saat wisuda, saat Ibunya datang dari kampung, si Bambang malu sekali dengan teman2nya. Lihatlah, Ibunya berpakaian kumal, wajahnya keriput, tidak ada cantik2nya. Apalagi saat dia mengenalkan Ibunya ke teman wanita yang ditaksirnya, lebih malu lagi, sebenarnya kalau bisa memilih, ingin rasanya si Bambang menyuruh Ibunya tinggal di penginapan saja, tdk usah hadir di acara wisudanya. Belum lagi tingkah kikuk ibunya yang salah jalan, melintas di panggung, menganggu perayaan wisuda itu. Membuat orang berbisik-bisik, siapa orang tua kumuh itu?

Bertahun2 berlalu lagi, si Bambang mendapatkan pekerjaan bagus. Gajinya tinggi, bisa beli rumah, bisa beli mobil. Dan menurut pikiran si Bambang, dia semakin repot harus mengurus Ibunya. Bukankah dia sudah membangunkan rumah bagus di kampung buat ibunya? Sudah memberikan uang bulanan? Apalagi yang kurang? Hingga si Bambang menikah, berat hati si Bambang mengundang Ibunya ke kota, untuk menghadiri pesta pernikahan tersebut. Memperkenalkan Ibunya ke kolega, rekan kerja, ke atasan, dsbgnya. Bagaimana mungkin anak muda yang karirnya cemerlang punya Ibu merepotkan seperti ini? Siapa ibu tua yang barusaja kikuk menumpahkan air di tengah ruangan pesta.

Bertahun2 lagi berlalu, Ibunya mulai jatuh sakit2an. Maka semakin repot saja si Bambang bolak-balik pulang ke kampung. Lihatlah, Ibunya terbaring lemah tidak berdaya. Tidak produktif, tidak bisa bekerja. Hanya menjadi beban bagi banyak orang. Mengganggu kebahagian dia dan istrinya malah, juga pekerjaan, kesibukan--karena harus menghabiskan waktu untuk Ibunya. Kenapa ibunya nggak mengurus diri sendiri, sih? Merepotkan saja.

Si Bambang pendek pikiran, maka dia memutuskan untuk membuang Ibu-nya ke dalam hutan. Kita anggap saja, jaman itu, sudah menjadi tradisi, membuang orang tua yang tidak berguna lagi ke dalam hutan. Bahkan semua orang menganggapnya lumrah, daripada menambah beban ekonomi, memperlambat kemajuan, buang saja orang tua ke 'Ubasuteyama', gunung pembuangan nenek. Tidak ada yang salah dengan cara itu, toh? Di jaman modern besok lusa, orang2 juga mudah saja 'membuang' orang tua ke panti jompo, meninggalkannya sendirian di rumah, dsbgnya.

Di pagi hari yang sudah diputuskan Bambang, dia menggendong Ibunya, membawanya masuk ke dalam gerbang hutan. Melangkah pasti. Sudah bulat tekadnya. Kondisi Ibunya sudah lemah sekali, Ibunya masih bisa bicara, tapi sudah pelan suaranya. Matanya menatap lamat-lamat wajah anaknya, dan tangannya menggapai2 pelan setiap ranting, daun yang mereka lewati.

Enam jam perjalanan, persis jam dua belas siang, tibalah Bambang di bagian hutan paling dalam, paling jauh. Dia meletakkan Ibunya ke dasar hutan yang lembab. Penuh lumut dan rumput. Pekerjaannya sudah selesai, saatnya Bambang pulang. Tidak perlu ada kata-kata perpisahan. Toh, ibunya tahu sekali tradisi ini. Itu resikonya menjadi tua tidak berguna.

Tapi hei, si Bambang terdiam, menelan ludah. Tidak, tentu saja bukan karena perasaan cemas atas nasib Ibunya yang membuat dia menelan ludah, melainkan dia baru menyadari: bagaimana dia bisa pulang, keluar dari hutan tersebut? Aduh, dia persis ada di tengah hutan lebat. Jarak ke gerbang hutan 20 kilometer lebih. Dia boleh jadi malah semakin tersesat ke puncak gunung?

"Tidak usah cemas, Nak." Terdengar suara pelan Ibunya.

Si Bambang menoleh Ibunya.

"Ibu sudah mematahkan ranting dan dedaunan sepanjang jalan kau kemari. Pulanglah anakku, kau bisa mengikuti jejak itu hingga gerbang hutan. Tinggalkan Ibu di sini. Tidak apa." Ibunya tersenyum, berlinang air mata di pipi, menatap anak semata wayangnya yang begitu gagah dan membanggakan.

Maka terdiamlah si Bambang.

Sungguh. Kasih sayang Ibu tidak pernah pudar. Sungguh, bahkan saat kita, anak2nya menyakiti, tidak peduli, bahkan tega 'membuangnya'. Lihatlah apa yang dilakukan Ibu Bambang, sepanjang perjalanan, itulah gunanya tangan lemah Ibunya menggapai2 sekitar. Bukan karena berontak, menolak dibuang, Ibunya justeru sedang menunaikan kasih sayang terakhir bagi anaknya, mematahkan ranting, merontookan dedaunan, membuat jejak. Memberikan si Bambang jalan pulang.

Sumber : Darwis Tere Liye
15 Februari 2013

Indeks Prestasi ?

many stories, laugh, love just with you friends and my love here.. 
 
Hallo semuuaaaaa. Apa kabaar?
udah sepuluh hari nih gue gak nulis blog semenjak postingan terakhir gue. Selain males karena sinyal modem gue yang lelet, providernya lagi patah hati kali -_-"  gue juga kesel sama otak gue yang lemot *ini salah siapa....(ngaca)*

 Kenapa  begitu? karena nilai gue turun meeen.azeeeeh. jaga nilai aja susah,  apalagi jaga pacar *gak ada hugungannya!* (oke. jaga lilin aja-__-)

Setelah setress melihat hasil  ujian, WOW, ada yang mengagumkan dan ada yang bad bad point okay, gue harus tetap senang, toh ini semua ada hikmahnya. Just let it flow. Kalau ngomongin nilai kok bawaannya ga enak yaa, dimulai dengan uas  mata kuliah Manajemen Keuangan, buset dah soalnya, malemnya gue ga banyak belajar, nilainya malah bagus. Nah pas uas setelahmya, gue udah belajar (baca: sambil ngikat kepala) nah nah udah yakin gitu bener semua (baca: ga baik sok kepedean, sok bener) nah nilainya malah ancuuuur, ancur banget sih enggak tapikan gue ngarep dapet A,tapi setidaknya ga remed. Yaah whatevah lah, itulah hidup. Haha. Kalau ngomongin masalah nilai, berasa asam sama basa, ga pernah gitu yang netral -____- eeehm. 

Well, Detik detik berlalu begitu cepat. Gue udah melangkah begitu jauh. Tidak peduli apa, kapan dan bagaimana  memulai, gue udah  tumbuh selama 19 tahun. Jadi gue harus berjuang biar ending cerita hidup gue nanti bisa bahagia. Biarpun jelas-jelas gue gak jenius, gue harus bikin orang tua gue bangga  O:)
wish me luck and you too guys !




 

Blog Template by YummyLolly.com